Bersamaandengan itu, dari atas melesat tiga lelaki berjubah merah. Mereka tak lain Ti-ga Setan Rambut Api. Mei Lie dengan cepat melesat ke atas, meninggalkan Pendekar Gila. Namun rupanya Sena tak mau membiarkan Mei Lie pergi begitu saja. Tubuhnya segera melesat ke atas, menyusul tubuh gadis Cina itu. Salahsatu dari 20 pesan dari ajaran Ibu Dewi Kwan Im mengatakan bahwa "Nilailah kebaikan orang lain padamu, tapi hapuskanlah jasa yang pernah kamu berikan kepada orang lain" Kalimat ini terdengar begitu mudah, namun sudah pasti sangat sulit untuk dilakukan. Sehubungandengan adanya legenda Puteri Miao Shan yang sangat terkenal, (menurut Kitab Suci Kwan Im Tek Too yang disusun oleh Chiang Cuen, Dewi Kwan Im dilahirkan pada jaman Kerajaan Ciu / Cian Kok pada tahun 403-221 SM) mereka memunculkan tokoh wanita yang disebut "Guan Yin Niang Niang", sebagai pendamping Avalokitesvara Bodhisatva pria. KwanIm sebagai seorang Bodhisatva yang melambangkan kewelas-asihan dan penyayang. Di negara Jepang, Kwan Im Pho Sat terkenal dengan nama Dewi Kanon. Dalam perwujudannya sebagai pria, beliau disebut Kwan Sie Im Pho Sat.Dalam Sutra Suddharma Pundarika SutraBiauw Hoat Lien Hoa Keng) disebutkan ada 33 (tiga puluh) penjelmaan Kwan Im Pho Sat. Sedangkan dalam Maha Karuna Dharani (Tay Pi Ciu / Ta Jawabandewi Kwan Im bahwa altar Amir semua baik dan Dewi Kwan Im masih berkenan "turun" atau duduk di altar rumahnya. Tentu saja keterangan Amir ini mengejutkan saya dan istri. Kenapa yang kami berdua ketahui dan lihat sangat berbeda dengan petunjuk Dewi Kwan Im dari altar Vihara. Malamnya waktu kami meditasi menghadap Dewi Kwan Im, kami Selainitu, menurut Kitab Suci Kwan Im Tek Too yang disusun oleh Chiang Cuen, Dewi Kwan Im dilahirkan pada zaman Kerajaan Ciu / Cian Kok pada tahun 403-221 SM terkait dengan legenda Puteri Miao Shan, anak dari Raja Miao Zhuang / Biao Cong / Biao Cuang Penguasa Negeri Xing Lin (Hin Lim), kira-kira pada akhir Dinasti Zhou di abad III SM. . TIDAK ADA HAL YANG MUSTAHIL APABILA MENDAPAT IJIN DARI ALLAH SWT. HAL ITU DALAM SEJARAH PARA NABI DIALAMI OLEH NABI MUSA Sewaktu nabiyullah Musa AS di kejar kejar oleh Fir’aun dan bala tentaranya,sampai di tepi pantai pun Nabi Musa kebingungan dan memohon kepada Allah SWT agar di selamatkan dari kejaran Fir’aun. Allah berfirman kepada Musa AS untuk memukul tongkatnya ke air laut. Namun setelah tiga kali, Nabi Musa memukulkan tongkatnya ke laut ternyata tidak ada reaksi sama sekali. Nabi Musa pun berseru “Maha suci Engkau ya Allah….sesungguhnya fir’aun telah dekat untuk membunuh kami” Dan tiba tiba Malaikat Jibril datang dan berkata Wahai Musa sebelum engkau memukulkan tongkat itu ke laut, maka berdo’a lah engkau dengan kalimat ”ALLAHUMMA LAKAL HAMDU WA ILAIKAL MUSYTAKAA WA ANTAL MUSTA’AN WA LAA HAULA WA LAA QUWATA ILLA BILLAHIL ALIYIL ADHIIM” ALLAHUMMA LAKALHAMDU …. “Ya Allah, segala puji bagi-Mu”. WA ILAIKAL MUSYTAKA …. “Hanya kepadamu, Ya Allah, kami berkeluh kesah”. WA ANTAL MUSTA’AAN…. “Engkaulah tempat meminta pertolongan” WA LAA HAWLA WALAA QUWWATA ILLAA BILLAHIL’ALIYYIL’ADZHIM ……. “Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah yang Maha tinggi dan Maha Agung” Nabi Musapun mengucapkan do’a itu dan memukulkan tongkatnya kembali ke laut merah, dan tiba tiba dasar laut meninggi menjadi dangkal dari air laut dan angin bertiup kencang sehingga membelah lautan merah. Riwatar lain disampaikan Abdullah bin Mas’ud, beliau berkata ”Rasulullah saw bersabda ”maukah kalian aku ajarkan beberapa kalimat yang telah diucapkan oleh Nabi Musa as ketika beliau mengarungi lautan bersama Bani Isroil?” Lalu kami berkata ”tentu ya Rasulullah” Nabi bersabda ”ucapkanlah oleh kalian, ”ALLAHUMMA LAKAL HAMDU WA ILAIKAL MUSYTAKAA WA ANTAL MUSTA’AN WA LAA HAULA WA LAA QUWATA ILLA BILLAHIL ALIYIL ADHIIM” Syekh Al-A’masy berkata ” maka aku tidak pernah meninggalkan kalimat do’a itu semenjak aku mendengarnya dari saudara kandungku, yaitu Al-Asadiy Al-kufiy, dan beliau menerima dari Sayyidina Abdullah ra.” Syekh Al-A’masy berkata ”telah datang kepadaku AAt —sebangsa malaikat— beliau berkata ”wahai sulaiman tambahkan pada do’a tersebut dengan kalimat ini WA NASTA’INUKA ALA FASAADI FIINA WA NAS’ALUKA SOLAAHA AMRINAA KULLIHI” dan kami memohon pertolongan-Mu atas kerusakan yang ada pada kami, dan kami memohon kepada-Mu kebaikan urusan kami seluruhnya. wongalus Pada suatu ketika di China hiduplah seorang raja dengan 3 orang putri. Yang paling cantik dan baik hati adalah Kwan Yin adalah juga yang termuda. Raja yang sudah tua tersebut sangat bangga pada putri bungsu ini. Tanpa ragu raja memutuskan bahwa Kwan Yinlah pewaris tahta kerajaan dan suaminya menjadi raja. Anehnya Kwan Yin tidak bergembira atas keberuntungan ini. Dia tidak begitu tertarik dengan kemewahan dan keindahan kehidupan istana. Dia meramalkan dirinya tidak menemui kebahagiaan saat jadi ratu, juga cemas bahwa untuk posisi yang demikian tinggi dia bukan orang yang tepat dan tidak sanggup menjabat. Tiap hari Kwan Yin pergi ke kamar untuk belajar dan membaca. Kebiasaannya ini membuat dirinya menonjol jauh dalam pengetahuan bila dibandingkan dengan 2 saudara perempuan lainnya. Dalam lingkungan istana dia dikenal sebagai Kwan Yin Putri Bijaksana. Disamping suka membaca, dia sangat toleransi dengan teman-temannya. Dia sangat menjaga perilakunya baik di dalam istana maupun di tempat umum. Hatinya yang lembut selalu terharu melihat mereka yang menderita. Dia sangat baik hati terhadap para miskin dan orang-orang yang menderita. Dia telah memikat hati bagi kalangan bawah. Bagi mereka Kwan Yin adalah dewi penolong yang muncul saat mereka lapar. Beberapa orang bahkan percaya dia adalah peri yang datang ke bumi dari rumahnya yang berada di surga barat, sementara yang lainnya mengatakan bahwa pernah suatu kali jauh sebelumnya Kwan Yin telah tinggal di bumi sebagai pangeran, bukan putri. Apapun yang dikatakan orang, bagaimanapun Kwan Yin digambarkan, satu hal yang pasti adalah bahwa dia murni dan baik hati, patut mendapatkan pujian yang membanjiri hari raja memanggil putri kesayangannya ini ke kamar tidurnya, karena merasa detik-detik kematiannya semakin mendekat. Kwan Yin bersujud dihadapan ayahnya, berlutut dengan dahi menyentuh lantai, tanda hormat yang sangat. Raja kemudian meminta Kwan Yin berdiri dan mendekat kepadanya. Sambil memegang tangan putrinya dengan lembut, dia berkata, Putriku, kamu tahu betapa ayah menyayangimu. Kerendahan hatimu dan kebajikanmu; bakat dan kegemaranmu pada pengetahuan telah membuatmu menjadi putri kesayanganku. Seperti kamu tahu ayah memilihmu sebagai pewaris tahta kerajaan telah lama dipertimbangkan. Ayah berjanji suamimu akan menjadi raja menggantikan ayah. Hampir tiba waktunya ayah untuk naik naga dan menjadi tamu di langit. Kamu harus segera menikah’.Namun, ayah nan agung’, kata Kwan Yin bimbang, Saya belum siap menikah’.Anak kecil, belum siap! Mengapa, kamu belum 18 tahun? Bukankah semua gadis di kerajaan kita seringkali dinikahkan jauh sebelum usia 18? Disebabkan kegemaranmu belajar, ayah telah menunda kamu untuk dinikahkan, tapi sekarang kita tidak dapat menunggu lebih lama lagi !Raja yang mulia, dengarkanlah suara anakmu dan jangan memaksa dia meninggalkan kegemaran yang amat disukainya. Biarkan dia pergi ke biara yang sunyi dimana dia menempuh jalan hidupnya!.Raja menarik nafas panjang saat mendengar kata-kata tersebut. Dia mencintai putrinya ini dan tidak ingin melukai hatinya. Kwan Yin’, raja melanjutkan, Kamu ingin melewati masa mudamu ini dengan meninggalkan istana? Kamu ingin memasuki pintu biara dimana para wanita mengucapkan selamat tinggal pada kehidupan duniawi? Tidak! Ayahmu tidak akan mengijinkan. Adalah hal yang menyedihkan ayah, dengan amat berat hati bulan depan kamu harus menikah. Ayah telah memilihkan pria bangsawan yang berbudi luhur. Kamu telah mengenal namanya, namun belum pernah bertemu muka. Ingatlah akan peraturan seratus sifat baik dari seorang wanita, itu yang terpenting, oleh sebab itu kamu harus berterima kasih kepada ayah, bukan kepada siapapun yang lainnya yang ada di muka bumi Kwan Yin pucat. Badannya bergetar. Hampir saja dia terjatuh ke lantai, namun ibu dan saudara perempuannya segera menopangnya, kemudian dengan penuh kasih sayang merawatnya agar sadar hari dalam satu bulan berikutnya sanak famili Kwan Yin memohon agar dia menyerah saja dengan apa yang mereka sebut ide bodoh, Kwan Yin yang telah lama meninggalkan harapan menjadi ratu. Mereka terheran-heran dengan kebodohannya. Mereka berpikiran bahwa bila ada orang memilih biara daripada singgasana kerajaan, bagi mereka orang tersebut menunjukkan tanda tidak waras. Berulang kali mereka menanyakan alasan mengapa dia mengambil pilihan yang aneh tersebut .Tiap kali ditanya, Kwan Yin menggelengkan kepala dan berkata, Suara dari surga yang menyuruh demikian dan saya harus mematuhinya’.Malam menjelang hari pernikahan Kwan Yin menyelinap keluar dari istana. Setelah melakukan perjalanan yang melelahkan, tibalah dia di sebuah biara yang bernama Biara Burung Gereja Putih’. Saat lari dari istana, dia mengenakan pakaian dengan penampilan wanita miskin. Dia mengatakan ingin menjadi biarawati. Kepala biara, karena tidak mengetahui siapa wanita miskin ini sebenarnya lalu tidak menerima Kwan Yin dengan ramah, sebaliknya menolak Kwan Yin bergabung kedalam biara dengan alasan karena bangunan telah penuh. Akhirnya setelah Kwan Yin menangis tersedu-sedu barulah kepala biara mengijinkan Kwan Yin masuk, namun hanya sebagai semacam pelayan yang mengerjakan pekerjaan Kwan Yin merasakan kehidupan yang telah lama diimpikan. Dia mencoba untuk meyakinkan dirinya, namun para biarawati nampaknya ingin agar dia menderita. Seringkali mereka memberi pekerjaan yang berat sehingga dia tidak punya waktu untuk beristirahat, sibuk sepanjang hari. Menimba air dari sumur yang berada di bawah kaki bukit biara atau mengumpulkan kayu dari hutan di sekitar biara. Malam hari saat punggungnya telah kesakitan seperti mau patah, dia masih diberi pekerjaan ekstra, yang dapat mematahkan semangat dari wanita manapun, namun ini tidak membuat putri raja yang pemberani ini patah semangat. Mencoba melupakan kesedihan dan menyembunyikan penderitaan, kadang membuat dia mengernyitkan dahinya yang putih. Dia mencoba membuat biarawati-biarawati yang keras hati ini menyukainya. Membalas kata-kata kasar dari mereka dia berbicara dengan ramah dan tidak pernah marah pada hari ketika Kwan Yin yang malang sedang memunggut semak di hutan dia mendengar suara seekor singa sedang berjalan dalam semak. Tidak punya senjata untuk mempertahankan diri, dia berdoa mohon pertolongan kepada dewa. Setelah itu menunggu dengan tenang datangnya hewan buas tersebut. Dia kaget, ketika hewan yang haus darah itu muncul, singa itu tidak menerkam dan mencabik-cabik tubuhnya. Hanya mendengus dengan pelan. Singa itu tidak mencoba melukai Kwan Yin, namun sebaliknya malah menggosokkan tubuhnya ke Kwan Yin dengan jinak dan membiarkan Kwan Yin menepuk-nepuk berikutnya sang putri kembali ke tempat yang sama. Di sana dia melihat tidak kurang dari satu lusin hewan buas sedang bekerja dibawah komando singa yang jinak sedang mengumpulkan kayu untuk dirinya. Dalam waktu singkat telah terkumpul setumpuk semak dan kayu bakar yang cukup untuk digunakan biara selama 6 bulan. Jadi, bahkan hewan liar di hutan lebih mampu menilai kebaikannya dibanding para hari yang lain ketika Kwan Yin sedang mendaki bukit yang ke 20 kalinya sambil memikul 2 ember air, seekor naga besar menghadapnya di tengah jalan. Di China naga adalah hewan suci. Seingat Kwan Yin dia tidak melakukan kesalahan apa-apa, jadi dia tidak takut sedikitpun. Naga itu melihat ke dia sesaat, kemudian memutar badannya dengan kepalanya menghadap ke bukit, lalu menyemburkan api dari hidungnya. Tiba-tiba kemudian, beban di pundak wanita yang menakjubkan ini tidak dirasakan. Dengan penuh kecemasan dia berlari ke atas bukit, ke biara. Saat mendekati halaman dalam, dia kaget melihat sebuah bangunan baru terbuat dari batu di tengah sebuah ruangan terbuka. Bangunan itu muncul secara ajaib saat dia sedang berlari dari kaki bukit. Di atas pintu yang menghadap ke arah barat ada lempeng batu yang berisi tulisan Menghormati Kwan Yin Putri Yang Beriman. Di dalam bangunan tersebut. ada sebuah sumur dengan air yang sangat jernih. Sementara itu untuk menimba air, ada sebuah mesin aneh, baik Kwan Yin maupun para biarawati tidak pernah melihat biarawati tahu bahwa sumur ajaib ini adalah monumen untuk mengingatkan kebaikan dari Kwan Yin. Selama beberapa hari para biarawati memperlakukan Kwan Yin lebih baik, Karena dewa menggali sebuah sumur di depan pintu gerbang kita’, kata mereka. Gadis ini tidak perlu lagi memikul air dari kaki bukit. Apakah karena itu maka dewa menulis nama pengemis itu?’.Kwan Yin mendengar ucapan mereka yang tidak enak itu dalam keheningan. Dia dapat saja menjelaskan makna dari pemberian naga tersebut. tapi dia memilih untuk membiarkan para biarawati menerka dalam ketidaktahuan. Pada akhirnya biarawati-biarawati yang egois mulai sembarangan lagi dan memperlakukan Kwan Yin bahkan lebih buruk dari sebelumnya. Mereka tidak boleh melihat gadis yang malang itu menikmati waktu luangnya.Di sini harus bekerja!’, para biarawati berkata kepada Kwan Yin, Kami semua bekerja keras untuk berhasil dalam lingkungan ini. Kamu harus melakukan hal yang sama. Jadi mereka merampas kesempatan waktu Kwan Yin untuk belajar dan berdoa dan tidak mempercayakan sumur ajaib itu malam para biarawati dibangunkan oleh suara-suara asing, lalu mereka mendengar bunyi terompet. Ayah Kwan Yin telah mengirim sepasukan besar tentara menyerang biara. Nampaknya mata-mata kerajaaan telah berhasil melacak pelarian putri di tempat pengasingan suci ini.Oh, siapa yang telah membawa kesengsaraan ini ke kita?’ teriak semua wanita, saling memandang satu sama lain dengan penuh ketakutan. 'Siapa yang telah melakukan kejahatan besar? Salah satu diantara kita telah berdosa besar dan sekarang dewa akan menghancurkan kita'. Mereka saling memandang, namun tidak seorangpun mencurigai Kwan Yin, karena mereka berpikir bahwa dia bukanlah orang penting yang dapat membuat langit marah, walaupun pada nyatanya Kwan Yin telah menyebabkan sesuatu yang mengejutkan mereka saat ini. Juga bagi mereka Kwan Yin itu rendahan dan begitu penurut, sehingga mereka tidak menuduh dia ancaman dari luar terdengar makin keras. Pada saat bersamaan tangisan penuh ketakutan tiba-tiba meledak diantara para biarawati. 'Mereka akan membakar sumur ajaib kita'. Asap telah membumbung di belakang pagar dimana tentara kerajaan membakar kayu, apinya akan segera membesar dan menghanguskan dinding biara menjadi abu. Tiba-tiba sebuah suara terdengar didalam kegaduhan dan tangisan para biarawati. 'Oh, sayalah penyebab dari semua masalah ini'.Para biarawati menoleh dengan kaget, melihat wanita yang berbicara tadi adalah Kwan Yin. 'Kamu?' mereka berteriak terkejut. "Ya, saya memang putri seorang raja. Ayah saya tidak mengijinkan saya mematuhi perintah suci dari langit. Saya melarikan diri dari istana. Dia telah mengirim tentaranya untuk membakar biara ini dan membawa saya kembali. "Lihat apa yang telah kamu lakukan terhadap kami, gadis yang menyedihkan", teriak kepala biara. 'Lihat bagaimana kamu membalas kebaikan kami! Biara kami akan dibakar di depan mata kita! Betapa kamu telah membuat kami menjadi malang! Semoga langit mengutukmu!'.'Tidak, tidak!, teriak Kwan Yin, berbicara dan mencoba mencegah kepala biara mengucapkan kata-kata buruk. 'Kamu tidak berhak mengutuk saya, karena saya tidak bersalah, namun tunggu! Kamu akan segera tahu doa siapa yang akan didengar dewa, doamu atau doaku!. Setelah berkata demikian dia lalu membungkuk dan menempelkan dahinya ke lantai, berdoa agar biara dan biarawati luar biara suara lidah api sudah mulai kedengaran. Si raja api akan segera menghancurkan setiap bangunan yang ada di atas bukit. Dalam kepanikan para biarawati bersiap-siap meninggalkan biara dan meninggalkan barang mereka kepada si raja api yang kejam dan banyak tentara yang lalim. Hanya Kwan Yin yang masih bertahan sendirian di dalam kamar, berdoa dengan sungguh-sungguh memohon angin sepoi-sepoi bertiup dari hutan sekitar biara. Awan hitam berkumpul di atas langit dan meskinpun saat itu adalah musim kemarau, hujan turun membasahi api. Dalam 5 menit api telah padam dan biara selamat dari api. Baru saja biarawati yang gemetaran berterima kasih kepada Kwan Yin karena telah menghadirkan pertolongan dewa kepada meraka, 2 orang tentara yang mendaki tembok luar kompleks bangunan biara datang dan dengan kasar menanyakan sang Yin yang gemetaran tahu bahwa tentara ini hanya menjalankan perintah ayahnya, lalu berdoa kepada dewa dan kemudian menyebutkan dirinya. Kedua tentara itu kemudian menarik Kwan Yin dari hadapan biarawati yang mulai menyukainya. Setelah dipermalukan dihadapan tentara ayahnya Kwan Yin dibawa kembali ke ibukota harinya dia berada di depan ayahnya. Ayahnya menatap dengan sedih kepada putrinya. Dengan pandangan tegang gaya seorang hakim dia memberi isyarat kepada para pengawal untuk membawa dia maju menghadap. Dari ruang sebelah terdengar musik yang merdu. Sebuah pesta telah disiapkan ditengah kemegahan. Suara tawa yang keras dari para tamu mencapai telinga dari gadis muda ini saat dia membungkuk dengan malu di hadapan singgasana ayahnya. Dia tahu bahwa pesta ini telah di siapkan untuk dirinya dan ayahnya ingin memberi dia satu kesempatan lagi.'Nak', kata ayahnya pada akhirnya bersuara lagi, 'Meninggalkan istana pada malam pernikahanmu bukan saja mempermalukan ayahmu namun juga calon suamimu. Untuk tindakan ini kamu pantas menerima hukuman mati. Bagaimanapun, dikarenakan catatan prestasimu yang luar biasa sebelum kamu melarikan diri, ayah telah memutuskan untuk memberimu satu lagi kesempatan untuk menebus semua kesalahanmu. Bila kamu menolak, maka hukumannya adalah kematian, bila kamu mematuhi semua akan kerajaan yang telah kamu tolak tetap milikmu. Semua yang saya inginkan adalah kamu menikah dengan orang yang telah saya pilih'.'Dan kapan raja yang mulia saya harus memutuskan', tanya Kwan Yin dengan serius.'Hari ini, sekarang, saat ini', ayahnya menjawab. 'Apa kamu ragu antara tahta dan kematian? Bicaralah putriku, katakan bahwa kamu menyayangi ayahmu dan bersedia menerima tawaran ayahmu!.Ini adalah saat dimana Kwan Yin dapat berbuat agar dirinya agar tidak terus-menerus berlutut di bawah kaki ayahnya dan memenuhi keinginan ayahnya, bukan karena ayahnya menawarkan dia tahta kerajaan, tapi karena dia mencintai ayahnya dan akan dengan senang hati membuat ayahnya hatinya yang kuat telah membuat Kwan Yin jauh dari rasa iba. Tidak ada kekuatan di muka bumi ini yang dapat mencegahnya untuk tidak melaksanakan tugas yang telah diberikan kapadanya.'Ayah yang tercinta', dia menjawab dengan sedih dan suara yang penuh kelembutan, ini bukanlah pertanyaan mengenai kasih sayang anak kepada ayah. Untuk yang satu ini tidak perlu diragukan. Sepanjang hidup saya, telah tercermin dari semua perbuatan saya. Percaya pada saya. Andai saya bebas memenuhi permintaan ayah, dengan senang hati akan saya lakukan agar ayah bahagia, namun dewa telah berkata, telah menitahkan agar saya mempertahankan kesucian, mencurahkan hidup untuk melakukan perbuatan belas kasih. Bila langit telah menitahkan demikian, apalah yang dapat seorang putri lakukan selain mendengarkan kekuatan yang mengatur bumi ini?'.Sang raja yang tua sangat tidak puas dengan jawaban Kwan Yin. Dia menjadi marah. Keriput tipis di mukanya berubah jadi berwarna ungu saat darah mendidih naik hingga ke ubun-ubunnya. 'Kalau begitu kamu menolak memenuhi perintah ayah! 'Bawa dia pergi!'' Hukum mati dia karena berhianat kepada raja!'. Ketika Kwan Yin dibawa pergi dari hadapannya, raja yang telah beruban ini jatuh dari kursinya, itu ketika eksekusi mati Kwan Yin dilaksanakan, dia memasuki alam rendah penderitaan. Tak lama kemudian dia telah menginjakkan kakinya di negeri hitam kematian. Kemudian di tempat dimana penderitaan yang tiada akhir itu, tiba-tiba mekar seperti taman surga. Bunga teratai putih-murni muncul di setiap sudut. Aroma harum semerbak dari jutaan bunga memenuhi segenap ruangan dan koridor. Raja Yama, sang penguasa datang tergesa-gesa untuk mengetahui perubahan yang indah ini. Tak lama kemudian matanya terhenti pada wajah muda yang cantik dari Kwan Yin. Lalu dia melihat ada tanda kemurnian dalam dirinya yang memang patut baginya berada di surga.'Perawan yang suci dan cantik, melakukan banyak perbuatan yang berbelas kasih', setelah berkata demikian dia berkata lagi, 'Saya memohon padamu, atas nama keadilan agar meninggalkan kerajaan yang berlumuran darah ini. Tidaklah pada tempatnya bunga yang tercantik dari surga menebarkan keharumannya di ruangan ini. Yang bersalah harus menderita dan yang berdosa akan mendapat ganjaran. Berangkatlah engkau dari tempatku ini. Kehidupan yang abadi akan dilimpahkan kepadamu dan hanya surga yang akan menjadi tempat tinggalmu'.Kwan Yin menjadi dewi yang belas kasih. Dia menempati tempat kediamannya yang indah, jauh melebihi raja dan ratu yang ada di bumi. Sejak saat itu, disebabkan oleh kebajikannya, ribuan orang miskin memanjatkan doa kepada dia memohon pertolongan. Tidaklah ada ketakutan dari para miskin ini saat mereka menatap patung Kwan Yin. Mata mereka berlinang air mata kasih. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Dalam sensus resmi yang dirilis pada tahun 2020, oleh Badan Pusat Statistik Indonesia pada tahun 2018, 86,7% penduduk Indonesia beragama Islam, 10,72% Kristen, 1,74% Hindu, 0,77% Buddha, 0,03% Konghucu, dan 0,04%. Walaupun penganut agama Budha dan Konghucu tidak teramat banyak, rumah ibadah agama-agama tersebut sangat mudah ditemui di tiap-tiap kota, salah satuya di Kota Selasa Kemarin, saya berkesempatan untuk mengunjungi Klenteng Eng An Kiong yang bertempat di Jalan Martadinata, Kotalama, Kedungkandang, Kota Malang. Bersama beberapa teman sekelas, saya ajukan surat izin untuk mewawancarai Bapak Rudi, selaku ketua Yayasan Buddha di Klenteng Eng An yang didominasi warna merah dengan arsitektur khas Tiongkok ini berdiri megah selama hampir 200 tahun lamanya. Bapak Rudi menyebutkan bahwa pada tahun 2025, usia Klenteng Eng AN Kiong akan mencapai dua abad. Meskipun begitu, bangunan ini masih berdiri dengan gagahnya. Saya ajukan beberapa pertanyaan mengenai sejarah serta filosofi-filosofi yang ada pada tempat ibadah ini. Ada beberapa hal yang baru saya ketahui, seperti konsep tri dharma yang dianut oleh klenteng tersebut. Tri dharma yang dimaksudkan adalah tempat ibadah ini menaungi tiga agama sekaligus, yaitu Budha, Taoisme, juga Konghuchu. Menaungi tiga agama berbeda, klenteng ini menunjukkan seberapa kuatnya toleransi yang dijunjung. Masing-masing penganut beribadah dengan rukun, saling menyapa satu sama lain, juga merawat klenteng dengan begitu baik. "Ini, aksara Cina yang tertera di dinding ini Mbak, merupakan daftar nama donatur yang membantu kami merenovasi serta membangun klenteng sehingga bisa berdiri sampai saat ini. Kalau Mbak mau menghitung berapa jumlah donaturnya, per tiga suku kata itu milik satu orang. Nama orang dalam aksara Cina itu terdiri dari tiga suku kata Mbak," Bapak Rudi menjelaskan dengan mata melengkung. Saya tebak, ia terus tersenyum dibalik masker ketika memberi penjelasan kepada saya dan teman-teman. "Banyak sekali Mbak daftarnya, ini sudah ditulis dari tahun 1903, hingga saat ini."Saya terkekeh, kemudian saya ikuti langkah lelaki yang saya perkirakan telah mencapai usia setengah abad itu ketika ia membawa kami kepada pintu masuk Klenteng. "Mbak pasti sudah sering lihat bagaimana umat kami ketika memulai ibadah," Pak Rudi menebak. Ia mengambil dupa, tiga buah dupa panjang, lalu membakarnya di atas lentera. "Kita ambil tiga sebagai perumpamaan bumi, langit, dan kita sendiri. kita bakar dupanya, namun, jangan ditiup untuk mematikan api tersebut."Salah satu teman saya menanggapi, "kenapa Pak?" potret saya yang tengah mewawancarai Bapak Rudi "Sebab mulut manusia itu kotor, kita kibaskan saja, ya." Pak rudi menjawab ramah, ia melangkahkan kakinya menuju wadah berisi abu yang berada tepat di depan Klenteng. "Kita tancapkan di sini, kita panjatkan doa kepada Tuhan pemilik langit dan bumi. Baru selepasnya kita boleh masuk ke dalam untuk melanjutkan ibadah."Saya edarkan pandangan ketika Pak Rudi membawa saya masuk lebih dalam. Banyak sekali ornamen kuno ala Tiongkok, menggambarkan dewa dan dewi di masa lalu. "Itu namanya Dewi Kwan Im, dewi yang menggambarkan belas kasih. Dalam ajaran Budha, kami percaya bahwa Dewi Kwan Im memberikan banyak pengorbanan untuk rakyat-rakyat kecil. Tanpa kewelas asihannya, kami tidak akan sejahtera."Selain menjelaskan tentang dewa dan dewi yang diagungkan, Pak Rudi juga memberi sedikit tahu kami mengenai cara umat tao meminta izin, dan meminta resep obat ketika mereka berada di klenteng. "Ada beberapa cara untuk mengetahui resep. Ada alat yang bentuknya seperti penghapus ini. Mereka memiliki dua sisi. Kita lemparkan. Dua sisi tidak boleh menghadap kepada sisi yang sama. Salah satunya harus terbalik. 1 2 Lihat Sosbud Selengkapnya Bintang Kecil ku di Syurga damai lah Hanis di sana.. binakan ibu Istana Baitul Hamdi . Sementara ibu meneruskan hidup di dunia ini.. Seorang rakan karib ibu mengirimkan amalan yang dia amalkan untuk ibu yang dalam kesusahan. Masa ni Hanis masih ada dan ibu berdoa sesungguh2nya supaya Hanis sihat semula. Tapi takdir Allah mengatasi segalanya. Sekarang amalan ini ibu buat setiap malam untuk menenangkan hati ibu setelah Hanis tinggalkan ibu..dan mujarab sangat, hati rasa tenang seolah2 dapat rasa Allah melihat dan mendengar rintihan ibu. Doa dan amalan memohon pertolongan Allah Allahumma..kin dan sahabat² semua..dalam ceria kita, disebaliknya banyak kemelut yang kita terpaksa harungi yang kadangkala tidak termampu utk diluahkan kpd sesiapapun melainkan yang hanya kebetulan nampak sahaja… Aku nak berkongsi petua yg aku ikhtiarkan utk terapi diri aku dan anak…petua buat kita yg futur lemah iman utk menaikkan himmah keyakinan kpd Allah SWT..ikuti cara ni insyaaAllah Ambil wudhu’ dan pakai telekung dengan sempurna bagi perempuan. Bentangkan sejadah kearah qiblat. Mulakan.. 1- solat 2 rakaat taubat dan 2 rakaat hajat. 2- istighfar 33x 3- zikir laailaaha illa anta subhaanaka innii kuntu minadz dzoolimiin 33x. 4- zikir SubhaanAllahu walhamdulillaahi walaa ilaaha illallahu wallahu akbar 33x. 5- Zikir Laailaaha illAllah 33x 6- Zikir Laa hawla walaa quwwata illa billaa hil’aliyyil adziim 33x. 7- zikir HasbunAllahu wa ni’mal wakiil 33x. 8- Bismillaa hillazii laa yadhurru ma’asbihii syai’unn fil ardhiq walaa fissamaa’ei wahuwas samii’ul aliim 33x. 9- zikir HasbiyAllahu laailaaha illaahu wa alaihi tawakkaltu wahuwa alaa kulli syai ingg qodiir 7x. 10- selawat keatas nabi Saw 11x atau 33x. Kemudian..baca; – surah AlFaatihah – surah AlFalaq – suraH AnNaas – Ayatul kursi – selawat panjang keatas nabi SAW. – Berdoa sungguh² minta keampunan dan minta hajat kpd Allah. **KALAU BOLEH MENANGISLAH BYK² MCM ANAK² KECIL MENANGIS UNUTK MENDAPATKAN SESUATU DARI KITA IBU AYAHNYA** LAGI… – bacalah Al-Quran walau sehelai muka surat. -Tadabbur Al-Quran walau sehelai -Selawat keatas nabi -Ihsanlah, seolah2 kita berhadapan dengan Allah. – berdoa sekali lagi dgn harapan yg tinggi..insyaAllah Allah pasti maqbulkan doa kita.. Allah itu dekat dan mendengar doa hambaNya..yg penting keyakinan kena kuat dgn pertolongan Allah. Tanpa Allah kita takde apa² dan tak mampu berbuat apa². Puji Allah sebanyak2nya tika berdoa…berdoa dgn Amaa’ul husna…ya Jabbar…Yaa Rohmaan…Yaa Mannan..atau yang selain dan seangkatan dgnnya..sesuai dgn keperluan kita semua. Mudah2an sama² amalkan yer..insyaaAllah terbukti keberkesanannya. Yg penting ialah Allah yg paling utama dan jangan sesekali berputus asa dari rahmat Allah. Ingat, andai aoa yg didoakan tidak menjadi, jangan berburuk sangka dgn Allah…Sesungguhnya Allah pasti aan menggantikannya dgn perkara yg lebih baik dari itu..kerana Allah sangat bijak dan berkuasa atas segalanya dibumi dan di langit. Sahabat, mari kita letakkan Allah dihati..kita pasti memiliki segalanya. Mahabbah alAllah – sayangi Allah.😍😍😍 Sejumlah pekerja memasang masker khusus di patung raksasa Dewi Kwan Im di Jepang, Selasa 15/6, sebagai doa agar pandemi virus corona berakhir. Mengutip Reuters, dibutuhkan empat pekerja selama tiga jam untuk menaikkan masker raksasa dengan tali ke atas patung putih setinggi 57 meter di kuil Houkokuji Aizu Betsuin di Prefektur Fukushima. Dewi Kwan Im di Jepang juga dikenal dengan nama Dewi Kannon atau Dewi Pengasih Mereka kemudian membentangkan masker yang terbuat dari kain jaring merah muda, berukuran 4,1 m x 5,3 m dan berat 35 kg menutupi bagian bawah wajah patung. Patung yang dibangun 33 tahun lalu itu berlubang dengan tangga spiral yang bisa dinaiki hingga di bagian bahu sang dewi. Orang-orang mengunjungi patung, yang menggendong bayi, untuk berdoa agar bayi lahir dengan selamat dan meminta berkah bagi bayi mereka yang baru lahir. Manajer kuil Takaomi Horigane mengatakan para pekerja datang dengan ide untuk masker wajah saat pembahasan diskusi tentang restorasi patung yang rusak akibat gempa pada Februari. Horigane mengatakan mereka berencana untuk tetap memasang masker di patung itu sampai situasi COVID-19 terkendali di Jepang. [na/ft]

doa meminta pertolongan dewi kwan im