Pujipujian populer pada tahun 781 H. Sebagaimana dijelaskan oleh Ibnu Abidin dalam kitabnya "Hasiyah" yang merujuk pada pendapat Imam As-Syakhawi. Ibnu Abidin mengatakan bahwa, pendapat yang didukung oleh Madzhab Syafi'i dan Hanbali adalah pendapat yang mengatakan shalawat setelah adzan adalah sunah bagi orang yang adzan dan orang yang mendengarnya. TikTokvideo from yt_izmedia (@yt_izmedia): "#pujianjawa#pujianjawasebelumsholat#pujianjawasetelahadzan#syairpujianjawa#sholawatnabi#sholawattanpamusik#pujiansebelumsholat#pujiansetelahadzan#pujiansholawat#pujianjawakuno#pujianjawalawas#pujianjawajamandulu#sholawatjawa#pujianjawaterbaru2021#pujianjawaterbaru2022#syairjawaparadai#syairjawaparapenceramah#syairjawaparamubaligh# Budayapuji-pujian setelah adzan di perkotaan tidak boleh tergerus oleh modernisasi zaman. "Masjid boleh modern tapi budaya yang baik jangan ditinggalkan," ajak kiai yang juga Bupati Pringsewu ini saat menyampaikan kajian tafsir Al-Qur'an secara virtual. Menurutnya banyak sekali syair-syair yang menyentuh hati dan memiliki makna mendalam dari puji-pujian. Olehkarena itu sebaiknya puji-pujian itu berupa kalimat-kalimat yang mengandung dzikir, tasbih, takbir, tahlil, shalawat dan doa-doa dengan irama yang santun, terutama setelah adzan dikumandangkan. Ada beberapa hadits Nabi Saw, yang menyebutkan bahwa, doa-doa yang di baca sesudah adzan dan sebelum iqamat itu mustajabah (dikabulkan Allah). Meskipunpuji-pujian tersebut berbahasa Jawa, puji-pujian ini selalu didahului shalawat nabi yang memiliki berbagia keutamaan. Dari Hadist yang diriwayatkan Abu Hurairah r.a ( dalam Assamarqandi, 1980: 619) Nabi SAW bersabda yang artinya: " Bacalah shalawat untukku, sebab bacaan shalawat itu membersihkan kekotoranmu (dosa-dosamu) dan mintalah SETELAHADZAN SERING DENGERIN PUJIAN SHOLAWAT JAWA WIS WANCINE . Melestarikan Kembali Pujian Setelah Adzan Masih ingatkah anda? Dulu banyak sekali masjid disekitar kita yang menjalankan tradisi dengan membaca pujian setelah adzan. Namun seiring berjalannya waktu, disebagian daerah tradisi itu kini mulai ditinggalkan. Tampilnya โ€œtokohโ€ yang anti toleransi dengan membawakan dalil yang menentang, membuat kerancuan ditengah masyarakat. Betapa besar manfaat dari tradisi pujian setekah adzan dalam pendidikan dan pembelajaran bagi masyarakat. Berapa banyak anak yang menghafal 20 sifat wajib Allah karena mereka mendengar dari suara pujian yang dilantunkan setelah dikumandangkan adzan. Dan juga nasehat lainnya yang berbentuk syair dari para ulama, yang merupakan tuntunan dalam menjalani kehidupan. Pujian setelah adzan walaupun dilafalkan dengan bahasa Jawa yang berisi beragam nasehat agama, namun selalu diiringi sholawat. Demikian pula sebaliknya dalam majelis sholawat, disisipkan beberapa bait nasehat agama. Hal ini karena, inti dari pujian setelah adzan adalah sholawat. Rasulullah Saw bersabda ุนูŽู†ู’ ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุจู’ู†ู ุนูŽู…ู’ุฑููˆ ุจู’ู†ู ุงู„ู’ุนูŽุงุตู ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ุณูŽู…ูุนูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูŠูŽู‚ููˆู„ู ุฅูุฐูŽุง ุณูŽู…ูุนู’ุชูู…ู ุงู„ู’ู…ูุคูŽุฐู‘ูู†ูŽ ููŽู‚ููˆู„ููˆุง ู…ูุซู’ู„ูŽ ู…ูŽุง ูŠูŽู‚ููˆู„ู ุซูู…ู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ููˆุง ุนูŽู„ูŽูŠู‘ูŽ ููŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ู…ูŽู†ู’ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุนูŽู„ูŽูŠู‘ูŽ ุตูŽู„ูŽุงุฉู‹ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุจูู‡ูŽุง ุนูŽุดู’ุฑู‹ุง ุซูู…ู‘ูŽ ุณูŽู„ููˆุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ู„ููŠ ุงู„ู’ูˆูŽุณููŠู„ูŽุฉูŽ ููŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ูŽุง ู…ูŽู†ู’ุฒูู„ูŽุฉูŒ ูููŠ ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉู ู„ูŽุง ุชูŽู†ู’ุจูŽุบููŠ ุฅูู„ู‘ูŽุง ู„ูุนูŽุจู’ุฏู ู…ูู†ู’ ุนูุจูŽุงุฏู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุฃูŽุฑู’ุฌููˆ ุฃูŽู†ู’ ุฃูŽูƒููˆู†ูŽ ุฃูŽู†ูŽุง ู‡ููˆูŽ ููŽู…ูŽู†ู’ ุณูŽุฃูŽู„ูŽ ู„ููŠ ุงู„ู’ูˆูŽุณููŠู„ูŽุฉูŽ ุญูŽู„ู‘ูŽุชู’ ู„ูŽู‡ู ุงู„ุดู‘ูŽููŽุงุนูŽุฉู โ€œApabila kamu mendengar muadzin mengumandangkan adzan, ucapkanlah seperti apa yang diucapkan. Kemudian bersholawatlah kepadaku, karena sesungguhnya barangsiapa yang bersholawat kepadaku satu kali niscaya Allah akan bersholawat kepadanya sebanyak sepuluh kali. Setelah itu mintalah kepada Allah alโ€wasilah untukku, karena alโ€wasilah itu suatu manzilah kedudukan yang mulia di surga, yang tidak sepatutnya diberikan kecuali untuk seorang hamba Allah. Dan aku berharap semoga akulah hamba itu. Maka barangsiapa yang memohon alโ€wasilah untukku, ia akan mendapatkan syafaatkuโ€ no. 849 Persoalan pujian yang dikeraskan, jawaban Hasan bin Tsabit adalah dalil paling jelas dalam hal ini. ุนูŽู†ู’ ุณูŽุนููŠุฏู ุจู’ู†ู ุงู„ู’ู…ูุณูŽูŠู‘ูุจู ู‚ูŽุงู„ูŽ ู…ูŽุฑู‘ูŽ ุนูู…ูŽุฑู ุจูุญูŽุณู‘ูŽุงู†ูŽ ุจู’ู†ู ุซูŽุงุจูุชู ูˆูŽู‡ููˆูŽ ูŠูู†ู’ุดูุฏู ููู‰ ุงู„ู’ู…ูŽุณู’ุฌูุฏู ููŽู„ูŽุญูŽุธูŽ ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ู‚ูŽุฏู’ ุฃูŽู†ู’ุดูŽุฏู’ุชู ูˆูŽูููŠู‡ู ู…ูŽู†ู’ ู‡ููˆูŽ ุฎูŽูŠู’ุฑูŒ ู…ูู†ู’ูƒูŽ ุซูู…ู‘ูŽ ุงู„ู’ุชูŽููŽุชูŽ ุฅูู„ูŽู‰ ุฃูŽุจูู‰ ู‡ูุฑูŽูŠู’ุฑูŽุฉูŽ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูŽุณูŽู…ูุนู’ุชูŽ ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูŠูŽู‚ููˆู„ู ุฃูŽุฌูุจู’ ุนูŽู†ู‘ูู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุฃูŽูŠู‘ูุฏู’ู‡ู ุจูุฑููˆุญู ุงู„ู’ู‚ูุฏูุณู. ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ู†ูŽุนูŽู…ู’. ุฑูˆุงู‡ ุฃุจูˆ ุฏุงุฏูˆ ูˆุงู„ู†ุณุงุฆูŠ Dari Saโ€™id bin Musayyab ia berkata bahwa Umar bin Khaththab pernah berjalan melewati Hassan yang sedang melantunkan syaโ€™ir di Masjid. Lalu Umar menegurnya dengan pandangan mata. Tetapi Hassan berkata; โ€œDulu saya pernah melantunkan syair di Masjid ini, yang ketika itu ada seseorang yang lebih mulia daripadamu yaitu Rasulullah.โ€ Kemudian Hassan menoleh kepada Abu Hurairah seraya berkata; โ€œSaya bersumpah kepadamu dengan nama Allah hai Abu Hurairah, pernahkah kamu mendengar Rasulullah berkata kepada saya, Hai Hassan, balaslah syaโ€™ir orang-orang kafir untuk membelaku! Ya Allah ya Tuhanku, dukunglah Hassan dengan Ruhul Kudusโ€ Abu Hurairah menjawab; โ€œYa, Saya pernah mendengarnya.โ€ HR. Abu Dawud dan Nasaโ€™i Seringkali pula, diantara bait puji-pujian itu diselingi syair doa. Rasulullah Saw bersabda ุงู„ุฏู‘ูุนูŽุงุกู ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุงู’ู„ุฃูŽุฐูŽุงู†ู ูˆูŽุงู’ู„ุฅูู‚ูŽุงู…ูŽุฉู ู…ูุณู’ุชูŽุฌูŽุงุจูŒ, ููŽุงุฏู’ุนููˆู’ุง. ุฑูˆุงู‡ ุฃุจูˆ ูŠุนู„ู‰ โ€œDoโ€™a yang dibaca antara adzan dan iqamat itu mustajab dikabulkan oleh Allah. Maka berdoโ€™alah kamu sekalianโ€. HR. Abu Yaโ€™la Syaikh Amin al-Kurdi di dalam Tanwirul Qulub menegaskan, ูˆูŽุฃูŽู…ู‘ูŽุง ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉู ูˆูŽุงู„ุณู‘ูŽู„ุงูŽู…ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุนูŽู‚ูุจูŽ ุงู’ู„ุฃูŽุฐูŽุงู†ู ููŽู‚ูŽุฏู’ ุตูŽุฑู‘ูŽุญูŽ ุงู’ู„ุฃูŽุดู’ูŠูŽุงุฎู ุจูุณูู†ู‘ููŠู‘ูŽุชูู‡ูู…ูŽุง, ูˆูŽู„ุงูŽ ูŠูŽุดููƒู‘ู ู…ูุณู’ู„ูู…ูŒ ูููŠู’ ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ูู…ูŽุง ู…ูู†ู’ ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑู ุงู„ู’ุนูุจูŽุงุฏูŽุงุชู, ูˆูŽุงู„ู’ุฌูŽู‡ู’ุฑู ุจูู‡ูู…ูŽุง ูˆูŽูƒูŽูˆู’ู†ูู‡ูู…ูŽุง ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽู†ูŽุงุฑูŽุฉู ู„ุงูŽ ูŠูุฎู’ุฑูุฌูู‡ูู…ูŽุง ุนูŽู†ู ุงู„ุณู‘ูู†ู‘ููŠู‘ูŽุฉู. โ€œAdapun membaca shalawat dan salam atas Nabi SAW setelah adzan puji-pujian p Ustadz Muhammad Alhabsyi110, [ 1113] ara masyayikh menjelaskan bahwa hal itu hukumnya sunat. Dan seorang muslim tidak ragu bahwa membaca shalawat dan salam itu termasuk salah satu cabang ibadah yang sangat besar. Adapun membacanya dengan suara keras dan di atas menara itu pun tidak menyebabkan keluar dari hukum sunatโ€ Pujian setelah adzan adalah suatu amaliah yang sangat jelas dalilnya. Maka, aneh jika terjadi kasus penghentian paksaโ€™ di beberapa masjid. Masyarakat awam yang mengamalkannya ditekan dengan berbagai slogan dan dalil yang sebenarnya tidak nyambung namun dipaksakan sebagai argumen. Masyarakat awam yang tidak mampu berdalil, akhirnya menyerah dan kalah. Tindakan memaksakan kehendak inilah yang menyebabkan tidak terwujudnya ukhuwah islamiyah hingga kini. Mari kita lestarikan kembali pujian setelah adzan sebagai salah satu bentuk pembelajaran yang tepat sasaran untuk masyarakat. โœ’๏ธ Ustadz Muhammad Husein Al Habsyi ใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐ ? Facebook Page ? Telegram Channel loading... 2 people found this article useful 2 people found this article useful Comments comments Foto IlustrasiNU Jember/Dok. Aswaja NU Jember Sebelum mengerjakan shalat maktubah, seringkali kita mendengar pujian sholawatan yang biasanya dikumandangkan setelah adzan dan sebelum iqamah. Tradisi pujian ini mengakar kuat di tengah masyarakat Nusantara selama puluhan tahun. Namun warisan tradisi leluhur tersebut, keberadaanya mulai terpinggirkan, bahkan kerap kali dituding sebagai amaliah tanpa berdalil. Amaliah yang tidak pernah diajarkan oleh Rasulullah SAW dan para sahabat. Di sisi lain, hal tersebut dianggap mengganggu ketenangan orang yang sedang menjalankan ibadah sunah sebelum maktubah. Misalnya shalat sunnah qabliyah, dzikir, atau pun yang sedang berdoa, pasalnya pujian tersebut di kumandangkan secara jahr keras melalui speaker masjid atau mushalla. Lalu bagaiamanakah hukum sebenarnya tentang pujian sebelum sholat maktubah tersebut?. Benarkah sebagai amaliah yang menyalahi sunnah, dan dituding bidรขโ‚ฌโ„ขah? Mari kita simak ulasannya berikut ini Ada banyak sekali amalan sunnah yang dapat dikerjakan, baik sebelum maupun sesudah shalat. Diantara kesunnahan tersebut adalah mengumandangkan adzan, sebagai tanda masuknya waktu shalat. sebagaimana dalam Hadits riwayat Imam Bukhari ร˜ยฅร™ยร˜ยฐร˜ยง ร˜ยญร˜ยถร˜ยฑร˜ยช ร˜ยงร™โ€žร˜ยตร™ร™ยŽร™โ€žร™ยŽร˜ยงร˜ยฉ ร™ยร™โ€žร™ล ร˜ยคร˜ยฐร™โ€  ร™โ€žร™ฦ’ร™โ€ฆ ร˜ยฃร˜ยญร˜ยฏร™ฦ’ร™ยร™โ€ฆ ร™ห†ร™โ€žร™ล ร˜ยคร™โ€ฆร™ฦ’ร™โ€ฆ ร˜ยฃร™ฦ’ร˜ยจร˜ยฑร™ฦ’ร™โ€ฆ Artinya รขโ‚ฌล“Ketika telah tiba waktu shalat, maka hendaklah salah satu dari kalian mengumandangkan adzan, dan hendaklah yang menjadi imam bagi kalian ialah orang yang lebih tua dari kalian semuaรขโ‚ฌย. ร‚ Saat adzan berlangsung, kesunnahan berikutnya ialah menjawab adzan, bershalawat kepada Nabi, dan menyelesaikannya dengan doa, seperti Hadits berikut ini ร˜ยฅร™ยร˜ยฐร™ยŽร˜ยง ร˜ยณร™ยŽร™โ€ฆร™ยร˜ยนร™โ€™ร˜ยชร™ยร™โ€ฆร™ย ร˜ยงร™โ€žร™โ€™ร™โ€ฆร™ยร˜ยคร™ยŽร˜ยฐร™ร™ยร™โ€ ร™ยŽ ร™ยร™ยŽร™โ€šร™ยร™ห†ร™โ€žร™ยร™ห†ร˜ยง ร™โ€ฆร™ยร˜ร™โ€™ร™โ€žร™ยŽ ร™โ€ฆร™ยŽร˜ยง ร™ล ร™ยŽร™โ€šร™ยร™ห†ร™โ€žร™ย ร˜ร™ยร™โ€ฆร™ร™ยŽ ร˜ยตร™ยŽร™โ€žร™ร™ยร™ห†ร˜ยง ร˜ยนร™ยŽร™โ€žร™ยŽร™ล ร™ร™ยŽ ร™ยร™ยŽร˜ยฅร™ยร™โ€ ร™ร™ยŽร™โ€กร™ย ร™โ€ฆร™ยŽร™โ€ ร™โ€™ ร˜ยตร™ยŽร™โ€žร™ร™ยŽร™โ€ฐ ร˜ยนร™ยŽร™โ€žร™ยŽร™ล  ร˜ยตร™ยŽร™โ€žร™ยŽร˜ยงร˜ยฉร™โ€น ร˜ยตร™ยŽร™โ€žร™ร™ยŽร™โ€ฐ ร˜ยงร™โ€žร™โ€žร™ร™ยŽร™โ€กร™ย ร˜ยนร™ยŽร™โ€žร™ยŽร™ล ร™โ€™ร™โ€กร™ย ร˜ยจร™ยร™โ€กร™ยŽร˜ยง ร˜ยนร™ยŽร˜ยดร™โ€™ร˜ยฑร™โ€นร˜ยง ร˜ร™ยร™โ€ฆร™ร™ยŽ ร˜ยณร™ยŽร™โ€žร™ยร™ห†ร˜ยง ร˜ยงร™โ€žร™โ€žร™ร™ยŽร™โ€กร™ยŽ ร™โ€žร™ยร™ล ร™ยŽ ร˜ยงร™โ€žร™โ€™ร™ห†ร™ยŽร˜ยณร™ยร™ล ร™โ€žร™ยŽร˜ยฉร™ยŽ ร™ยร™ยŽร˜ยฅร™ยร™โ€ ร™ร™ยŽร™โ€กร™ยŽร˜ยง ร™โ€ฆร™ยŽร™โ€ ร™โ€™ร˜ยฒร™ยร™โ€žร™ยŽร˜ยฉร™ล’ ร™ยร™ยร™ล  ร˜ยงร™โ€žร™โ€™ร˜ยฌร™ยŽร™โ€ ร™ร™ยŽร˜ยฉร™ย ร™โ€žร™ยŽร˜ยง ร˜ยชร™ยŽร™โ€ ร™โ€™ร˜ยจร™ยŽร˜ยบร™ยร™ล  ร˜ยฅร™ยร™โ€žร™ร™ยŽร˜ยง ร™โ€žร™ยร˜ยนร™ยŽร˜ยจร™โ€™ร˜ยฏร™ย ร™โ€ฆร™ยร™โ€ ร™โ€™ ร˜ยนร™ยร˜ยจร™ยŽร˜ยงร˜ยฏร™ย ร˜ยงร™โ€žร™โ€žร™ร™ยŽร™โ€กร™ย ร™ห†ร™ยŽร˜ยฃร™ยŽร˜ยฑร™โ€™ร˜ยฌร™ยร™ห† ร˜ยฃร™ยŽร™โ€ ร™โ€™ ร˜ยฃร™ยŽร™ฦ’ร™ยร™ห†ร™โ€ ร™ยŽ ร˜ยฃร™ยŽร™โ€ ร™ยŽร˜ยง ร™โ€กร™ยร™ห†ร™ยŽ ร™ยร™ยŽร™โ€ฆร™ยŽร™โ€ ร™โ€™ ร˜ยณร™ยŽร˜ยฃร™ยŽร™โ€žร™ยŽ ร˜ยงร™โ€žร™โ€žร™ร™ยŽร™โ€กร™ยŽ ร™โ€žร™ยร™ล ร™ยŽ ร˜ยงร™โ€žร™โ€™ร™ห†ร™ยŽร˜ยณร™ยร™ล ร™โ€žร™ยŽร˜ยฉร™ยŽ ร˜ยญร™ยŽร™โ€žร™ร™ยŽร˜ยชร™โ€™ ร™โ€žร™ยŽร™โ€กร™ย ร˜ยงร™โ€žร˜ยดร™ร™ยŽร™ยร™ยŽร˜ยงร˜ยนร™ยŽร˜ยฉร™ย Artinya รขโ‚ฌล“Apabila kamu mendengar muadzin mengumandangkan adzan, ucapkanlah seperti apa yang diucapkan, kemudian bershalawatlah kepadaku, karena sesungguhnya barang siapa yang bershalawat kepadaku satu kali niscaya Allah akan bershalawat kepadanya sebanyak sepuluh kali. Setelah itu mintalah kepada Allah Al-Wasilah untukku, karena wasilah itu suatu kedudukan yang sangat luhur di surga, yang tidak sepatutnya diberikan kecuali bagi seorang hamba dari hamba-hambanya Allah, dan aku berharap akulah hamba tersebut, maka barang siapa yang memohon wasilah untukku maka dia mendapat syafaatkuรขโ‚ฌย. Kesimpulan dari hadist tersebut ialah Pertama, Manakala seseorang mendengar adzan, maka sunnah menjawabnya dengan kalimat yang sama, kecuali pada kalimat รขโ‚ฌล“Hayya ala shalah dan hayya ala falahรขโ‚ฌย yang dijawab dengan bacaan dzikir la hawla wala quwwata illa billah. Kedua, membaca sholawat kepada Nabi. ketiga, berdoa kepada Allah untuk memberikan wasilah kepada Nabi Muhammmad SAW. Berdasarkan pemaparan di atas, maka perintah bershalawat setelah adzan sejatinya berdasar pada sunnah Nabi, namun pada tataran praktiknya muadzin atau masyarakat mengemas shalawat dengan model pujian-pujian, menggunakan nada khas daerah masing-masing. Baik perseorangan, bersama-sama, maupun bergantian. Pujian shalawat tersebut biasa dilantunkan menggunakan speaker masjid dan dilakukan sebelum shalat berjamaah. Sehingga tradisi shalawat yang dikemas melalui model pujian seperti ini, menuai reaksi keras dari sebagian kalangan kecil yang menilainya sebagai amaliah bidรขโ‚ฌโ„ขah, dan tak pernah diajarkan oleh Rasulullah SAW maupun sahabat. Benarkah demikian? Imam Ibnu Hajar al-Haitami, dalam kitab Fatawa Al- Fiqhiyyah Al-Kubra mengatakan ร™ยร™ยŽร˜ยงร˜ยฆร™ยร˜ยฏร™ยŽร˜ยฉร™ล’ ร™โ€šร™ยŽร˜ยฏร™โ€™ ร˜ยฃร™ยŽร˜ยญร™โ€™ร˜ยฏร™ยŽร˜ร™ยŽ ร˜ยงร™โ€žร™โ€™ร™โ€ฆร™ยร˜ยคร™ยŽร˜ยฐร™ร™ยร™โ€ ร™ยร™ห†ร™โ€ ร™ยŽ ร˜ยงร™โ€žร˜ยตร™ร™ยŽร™โ€žร™ยŽร˜ยงร˜ยฉร™ยŽ ร™ห†ร™ยŽร˜ยงร™โ€žร˜ยณร™ร™ยŽร™โ€žร™ยŽร˜ยงร™โ€ฆร™ยŽ ร˜ยนร™ยŽร™โ€žร™ยŽร™โ€ฐ ร˜ยฑร™ยŽร˜ยณร™ยร™ห†ร™โ€žร™ย ร˜ยงร™โ€žร™โ€žร™ร™ยŽร™โ€กร™ย ร˜ยนร™ยŽร™โ€šร™ยร˜ยจร™ยŽ ร˜ยงร™โ€žร™โ€™ร˜ยฃร™ยŽร˜ยฐร™ยŽร˜ยงร™โ€ ร™ย ร™โ€žร™ยร™โ€žร™โ€™ร™ยร™ยŽร˜ยฑร™ยŽร˜ยงร˜ยฆร™ยร˜ยถร™ย ร˜ยงร™โ€žร™โ€™ร˜ร™ยŽร™โ€ฆร™โ€™ร˜ยณร™ยร˜โ€บ ร˜ยฅร™โ€žร™ร™ยŽร˜ยง ร˜ยงร™โ€žร˜ยตร™ร™ยร˜ยจร™โ€™ร˜ยญร™ยŽ ร™ห†ร™ยŽร˜ยงร™โ€žร™โ€™ร˜ยฌร™ยร™โ€ฆร™ยร˜ยนร™ยŽร˜ยฉร™ยŽ ร™ยร™ยŽร˜ยฅร™ยร™โ€ ร™ร™ยŽร™โ€กร™ยร™โ€ฆร™โ€™ ร™ล ร™ยร™โ€šร™ยŽร˜ยฏร™ร™ยร™โ€ฆร™ยร™ห†ร™โ€ ร™ยŽ ร˜ยฐร™ยŽร™โ€žร™ยร™ฦ’ร™ยŽ ร™ยร™ยร™ล ร™โ€กร™ยร™โ€ฆร™ยŽร˜ยง ร˜ยนร™ยŽร™โ€žร™ยŽร™โ€ฐ ร˜ยงร™โ€žร™โ€™ร˜ยฃร™ยŽร˜ยฐร™ยŽร˜ยงร™โ€ ร™ยร˜โ€บ ร™ห†ร™ยŽร˜ยฅร™ยร™โ€žร™ร™ยŽร˜ยง ร˜ยงร™โ€žร™โ€™ร™โ€ฆร™ยŽร˜ยบร™โ€™ร˜ยฑร™ยร˜ยจร™ยŽ ร™ยร™ยŽร˜ยฅร™ยร™โ€ ร™ร™ยŽร™โ€กร™ยร™โ€ฆร™โ€™ ร™โ€žร™ยŽร˜ยง ร™ล ร™ยŽร™ยร™โ€™ร˜ยนร™ยŽร™โ€žร™ยร™ห†ร™โ€ ร™ยŽร™โ€กร™ย ร˜ยบร™ยŽร˜ยงร™โ€žร™ยร˜ยจร™โ€นร˜ยง ร™โ€žร™ยร˜ยถร™ยร™ล ร™โ€šร™ย ร™ห†ร™ยŽร™โ€šร™โ€™ร˜ยชร™ยร™โ€กร™ยŽร˜ยงร˜ล’ ร™ห†ร™ยŽร™ฦ’ร™ยŽร˜ยงร™โ€ ร™ยŽ ร˜ยงร˜ยจร™โ€™ร˜ยชร™ยร˜ยฏร™ยŽร˜ยงร˜ยกร™ย ร˜ยญร™ยร˜ยฏร™ยร™ห†ร˜ร™ย ร˜ยฐร™ยŽร™โ€žร™ยร™ฦ’ร™ยŽ ร™ยร™ยร™ล  ร˜ยฃร™ยŽร™ล ร™ร™ยŽร˜ยงร™โ€ฆร™ย ร˜ยงร™โ€žร˜ยณร™ร™ยร™โ€žร™โ€™ร˜ร™ยŽร˜ยงร™โ€ ร™ย ร˜ยงร™โ€žร™โ€ ร™ร™ยŽร˜ยงร˜ยตร™ยร˜ยฑร™ย ร˜ยตร™ยŽร™โ€žร™ยŽร˜ยงร˜ยญร™ย ร˜ยงร™โ€žร˜ยฏร™ร™ยร™ล ร™โ€ ร™ย ร˜ยจร™โ€™ร™โ€ ร™ย ร˜ยฃร™ยŽร™ล ร™ร™ยร™ห†ร˜ยจร™ยŽ ร™ห†ร™ยŽร˜ยจร™ยร˜ยฃร™ยŽร™โ€ฆร™โ€™ร˜ยฑร™ยร™โ€กร™ย ร™ยร™ยร™ล  ร™โ€ฆร™ยร˜ยตร™โ€™ร˜ยฑร™ยŽ ร™ห†ร™ยŽร˜ยฃร™ยŽร˜ยนร™โ€™ร™โ€ฆร™ยŽร˜ยงร™โ€žร™ยร™โ€กร™ยŽร˜ยง. ร™ห†ร™ยŽร˜ยณร™ยŽร˜ยจร™ยŽร˜ยจร™ย ร˜ยฐร™ยŽร™โ€žร™ยร™ฦ’ร™ยŽ ร˜ยฃร™ยŽร™โ€ ร™ร™ยŽ ร˜ยงร™โ€žร™โ€™ร˜ยญร™ยŽร˜ยงร™ฦ’ร™ยร™โ€ฆร™ยŽ ร˜ยงร™โ€žร™โ€™ร™โ€ฆร™ยŽร˜ร™โ€™ร˜ยฐร™ยร™ห†ร™โ€žร™ยŽ ร™โ€žร™ยŽร™โ€ฆร™ร™ยŽร˜ยง ร™โ€šร™ยร˜ยชร™ยร™โ€žร™ยŽ ร˜ยฃร™ยŽร™โ€ฆร™ยŽร˜ยฑร™ยŽร˜ยชร™โ€™ ร˜ยฃร™ยร˜ร™โ€™ร˜ยชร™ยร™โ€กร™ย ร˜ยงร™โ€žร™โ€™ร™โ€ฆร™ยร˜ยคร™ยŽร˜ยฐร™ร™ยร™โ€ ร™ยร™ล ร™โ€ ร™ยŽ ร˜ยฃร™ยŽร™โ€ ร™โ€™ ร™ล ร™ยŽร™โ€šร™ยร™ห†ร™โ€žร™ยร™ห†ร˜ยง ร™ยร™ยร™ล  ร˜ยญร™ยŽร™โ€šร™ร™ย ร™ห†ร™ยŽร™โ€žร™ยŽร˜ยฏร™ยร™โ€กร™ย ร˜ยงร™โ€žร˜ยณร™ร™ยŽร™โ€žร™ยŽร˜ยงร™โ€ฆร™ย ร˜ยนร™ยŽร™โ€žร™ยŽร™โ€ฐ ร˜ยงร™โ€žร™โ€™ร˜ยฅร™ยร™โ€ฆร™ยŽร˜ยงร™โ€ฆร™ย ร˜ยงร™โ€žร˜ร™ร™ยŽร˜ยงร™โ€กร™ยร˜ยฑร™ยร˜ล’ ร˜ร™ยร™โ€ฆร™ร™ยŽ ร˜ยงร˜ยณร™โ€™ร˜ยชร™ยŽร™โ€ฆร™ยŽร˜ยฑร™ร™ยŽ ร˜ยงร™โ€žร˜ยณร™ร™ยŽร™โ€žร™ยŽร˜ยงร™โ€ฆร™ย ร˜ยนร™ยŽร™โ€žร™ยŽร™โ€ฐ ร˜ยงร™โ€žร™โ€™ร˜ร™ยร™โ€žร™ยŽร™ยร™ยŽร˜ยงร˜ยกร™ย ร˜ยจร™ยŽร˜ยนร™โ€™ร˜ยฏร™ยŽร™โ€กร™ย ร˜ยฅร™โ€žร™ยŽร™โ€ฐ ร˜ยฃร™ยŽร™โ€ ร™โ€™ ร˜ยฃร™ยŽร˜ยจร™โ€™ร˜ร™ยŽร™โ€žร™ยŽร™โ€กร™ย ร˜ยตร™ยŽร™โ€žร™ยŽร˜ยงร˜ยญร™ย ร˜ยงร™โ€žร˜ยฏร™ร™ยร™ล ร™โ€ ร™ย ร˜ยงร™โ€žร™โ€™ร™โ€ฆร™ยŽร˜ยฐร™โ€™ร™ฦ’ร™ยร™ห†ร˜ยฑร™ย ร™ห†ร™ยŽร˜ยฌร™ยŽร˜ยนร™ยŽร™โ€žร™ยŽ ร˜ยจร™ยŽร˜ยฏร™ยŽร™โ€žร™ยŽร™โ€กร™ย ร˜ยงร™โ€žร˜ยตร™ร™ยŽร™โ€žร™ยŽร˜ยงร˜ยฉร™ยŽ ร™ห†ร™ยŽร˜ยงร™โ€žร˜ยณร™ร™ยŽร™โ€žร™ยŽร˜ยงร™โ€ฆร™ยŽ ร˜ยนร™ยŽร™โ€žร™ยŽร™โ€ฐ ร˜ยงร™โ€žร™โ€ ร™ร™ยŽร˜ยจร™ยร™ล ร™ร™ย โ€“ ร˜ยตร™ยŽร™โ€žร™ร™ยŽร™โ€ฐ ร˜ยงร™โ€žร™โ€žร™ร™ยŽร™โ€กร™ย ร˜ยนร™ยŽร™โ€žร™ยŽร™ล ร™โ€™ร™โ€กร™ย ร™ห†ร™ยŽร˜ยณร™ยŽร™โ€žร™ร™ยŽร™โ€ฆร™ยŽ -ร˜ล’ ร™ยร™ยŽร™โ€ ร™ยร˜ยนร™โ€™ร™โ€ฆร™ยŽ ร™โ€ฆร™ยŽร˜ยง ร™ยร™ยŽร˜ยนร™ยŽร™โ€žร™ยŽร˜ล’ ร™ยร™ยŽร˜ยฌร™ยŽร˜ยฒร™ยŽร˜ยงร™โ€กร™ย ร˜ยงร™โ€žร™โ€žร™ร™ยŽร™โ€กร™ย ร˜ร™ยŽร™ล ร™โ€™ร˜ยฑร™โ€นร˜ยง ร™ห†ร™ยŽร™โ€žร™ยŽร™โ€šร™ยŽร˜ยฏร™โ€™ ร˜ยงร™ยร˜ยณร™โ€™ร˜ยชร™ยร™ยร™โ€™ร˜ยชร™ยร™ล ร™ยŽ ร™โ€ฆร™ยŽร˜ยดร™ยŽร˜ยงร™ล ร™ยร˜ร™ยร™โ€ ร™ยŽร˜ยง ร™ห†ร™ยŽร˜ยบร™ยŽร™ล ร™โ€™ร˜ยฑร™ยร™โ€กร™ยร™โ€ฆร™โ€™ ร™ยร™ยร™ล  ร˜ยงร™โ€žร˜ยตร™ร™ยŽร™โ€žร™ยŽร˜ยงร˜ยฉร™ย ร™ห†ร™ยŽร˜ยงร™โ€žร˜ยณร™ร™ยŽร™โ€žร™ยŽร˜ยงร™โ€ฆร™ย ร˜ยนร™ยŽร™โ€žร™ยŽร™ล ร™โ€™ร™โ€กร™ย โ€“ ร˜ยตร™ยŽร™โ€žร™ร™ยŽร™โ€ฐ ร˜ยงร™โ€žร™โ€žร™ร™ยŽร™โ€กร™ย ร˜ยนร™ยŽร™โ€žร™ยŽร™ล ร™โ€™ร™โ€กร™ย ร™ห†ร™ยŽร˜ยณร™ยŽร™โ€žร™ร™ยŽร™โ€ฆร™ยŽ โ€“ ร˜ยจร™ยŽร˜ยนร™โ€™ร˜ยฏร™ยŽ ร˜ยงร™โ€žร™โ€™ร˜ยฃร™ยŽร˜ยฐร™ยŽร˜ยงร™โ€ ร™ย ร˜ยนร™ยŽร™โ€žร™ยŽร™โ€ฐ ร˜ยงร™โ€žร™โ€™ร™ฦ’ร™ยŽร™ล ร™โ€™ร™ยร™ยร™ล ร™ร™ยŽร˜ยฉร™ย ร˜ยงร™โ€žร™ร™ยŽร˜ยชร™ยร™ล  ร™ล ร™ยŽร™ยร™โ€™ร˜ยนร™ยŽร™โ€žร™ยร™โ€กร™ยŽร˜ยง ร˜ยงร™โ€žร™โ€™ร™โ€ฆร™ยร˜ยคร™ยŽร˜ยฐร™ร™ยร™โ€ ร™ยร™ห†ร™โ€ ร™ยŽ ร™ยร™ยŽร˜ยฃร™ยŽร™ยร™โ€™ร˜ยชร™ยŽร™ห†ร™โ€™ร˜ยง ร˜ยจร™ยร˜ยฃร™ยŽร™โ€ ร™ร™ยŽ ร˜ยงร™โ€žร™โ€™ร˜ยฃร™ยŽร˜ยตร™โ€™ร™โ€žร™ยŽ ร˜ยณร™ยร™โ€ ร™ร™ยŽร˜ยฉร™ล’ ร™ห†ร™ยŽร˜ยงร™โ€žร™โ€™ร™ฦ’ร™ยŽร™ล ร™โ€™ร™ยร™ยร™ล ร™ร™ยŽร˜ยฉร™ย ร˜ยจร™ยร˜ยฏร™โ€™ร˜ยนร™ยŽร˜ยฉร™ล’ ร™ห†ร™ยŽร™โ€กร™ยร™ห†ร™ยŽ ร˜ยธร™ยŽร˜ยงร™โ€กร™ยร˜ยฑร™ล’ ร™ฦ’ร™ยŽร™โ€ฆร™ยŽร˜ยง ร˜ยนร™ยร™โ€žร™ยร™โ€ฆร™ยŽ ร™โ€ฆร™ยร™โ€ฆร™ร™ยŽร˜ยง ร™โ€šร™ยŽร˜ยฑร™ร™ยŽร˜ยฑร™โ€™ร˜ยชร™โ€ก ร™โ€ฆร™ยร™โ€ ร™โ€™ ร˜ยงร™โ€žร™โ€™ร˜ยฃร™ยŽร˜ยญร™ยŽร˜ยงร˜ยฏร™ยร™ล ร˜ร™ย Artinya รขโ‚ฌล“Para muadzin sungguh telah melakukan pembaharuan, yakni melantunkan bacaan shalawat dan salam kepada nabi setelah adzan shalat fardlu, kecuali di waktu subuh dan di waktu hari jumรขโ‚ฌโ„ขat, mereka melantunkan shalawat tersebut sebelum adzan, dan kecuali pada waktu maghrib, mereka tidak melakukannya pujian shalawat karena waktu yang terbatasรขโ‚ฌย. Tradisi ini awal mula ditemukan pada era kepemimpinan Sultan Salahuddin Al-Ayyubi, yang memerintahkan masyarakat Mesir beserta pejabat setempat untuk mengamalkannya. Inisiatif itu bermula ketika raja Mesir yang bernama Hakim Al-Mahdul telah meninggal karena dibunuh. Adik perempuan dari Sultan Al-Hakim menginstruksikan kepada para muadzin untuk melantunkan pujian demi mengenang kematian kakaknya. Dengan melantunkan pujian setelah adzan yakni รขโ‚ฌล“salam sejahtera kepada imam yang suciรขโ‚ฌย. Seiring berjalannya waktu, redaksi pujian tersebut di tambahkan dengan menyebut nama-nama mantan khalifah setelah Hakim Al-Mahdul. Sampai pada nama Salahudin Al-Ayyubi menjabat sebagai Sultan, beliau merevisi kebiasan tersebut dan menggantinya dengan bacaan shalawat dan salam kepada Nabi. Sungguh inisiatif yang sangat baik sekali. Atas dasar itulah, para ulama memberikan komentar tentang hukum pujian shalawat setelah adzan sesuai dengan cara-cara yg dilakukan oleh Muadz. Pada hakikatnya tradisi pujian tersebut adalah sunnah, mengenai tata caranya adalah bidรขโ‚ฌโ„ขah. Syekh Wahbah Al-Zuhaili dalam kitab Fiqh al-Islami Wa Adillatuhu menyatakan bahwa bidรขโ‚ฌโ„ขah yang dimaksudkan di sini, oleh para fuqohaรขโ‚ฌโ„ข diarahkan pada bidรขโ‚ฌโ„ขah hasanah yang memiliki dasar sunnah. Baca juga Sejarah Peralihan Kiblat Umam Islam, dan Adanya Masjid Dua Kiblat Senada dengan pernyataan tersebut, Syaikh Amin al-Kurdi dalam kitab Tanwir al-Qulub menyatakan ร™ห†ร˜ยงร™โ€ฆร˜ยง ร˜ยงร™โ€žร˜ยตร™โ€žร˜ยงร˜ยฉ ร™ห†ร˜ยงร™โ€žร˜ยณร™โ€žร˜ยงร™โ€ฆ ร˜ยนร™โ€žร™โ€ฐ ร˜ยงร™โ€žร™โ€ ร˜ยจร™ล  ร˜ยตร™โ€žร™โ€ฐ ร˜ยงร™โ€žร™โ€žร™โ€ก ร˜ยนร™โ€žร™ล ร™โ€ก ร™ห†ร˜ยณร™โ€žร™โ€ฆ ร˜ยนร™โ€šร˜ยจ ร˜ยงร™โ€žร˜ยฃร˜ยฐร™โ€  ร™ยร™โ€šร˜ยฏ ร˜ยตร˜ยฑร˜ยญ ร˜ยงร™โ€žร˜ยฃร˜ยดร™ล ร˜ยงร˜ ร˜ยจร˜ยณร™โ€ ร˜ยชร™โ€กร™โ€ฆร˜ยง ร™ห†ร™โ€žร˜ยง ร™ล ร˜ยดร™ฦ’ ร™โ€ฆร˜ยณร™โ€žร™โ€ฆ ร™ยร™ล  ร˜ยฃร™โ€ ร™โ€กร™โ€ฆร˜ยง ร™โ€ฆร™โ€  ร˜ยฃร™ฦ’ร˜ยจร˜ยฑ ร˜ยงร™โ€žร˜ยนร˜ยจร˜ยงร˜ยฏร˜ยงร˜ยช ร™ห†ร˜ยงร™โ€žร˜ยฌร™โ€กร˜ยฑ ร˜ยจร™โ€กร™โ€ฆร˜ยง ร™ห†ร™ฦ’ร™ห†ร™โ€ ร™โ€กร™โ€ฆร˜ยง ร˜ยนร™โ€žร™โ€ฐ ร™โ€ฆร™โ€ ร˜ยงร˜ยฑร˜ยฉ ร™โ€žร˜ยง ร™ล ร˜ร˜ยฑร˜ยฌร™โ€กร™โ€ฆร˜ยง ร˜ยนร™โ€  ร˜ยงร™โ€žร˜ยณร™โ€ ร™ล ร˜ยฉ Artinya รขโ‚ฌล“Adapun hukum membaca pujian shalawat dan salam kepada Nabi setelah adzan, para masyakhi menjelaskan bahwa hukum keduanya ialah sunnah, dan seorang muslim tidak boleh meragukan bahwa shalawat dan salam merupakan salah satu ibadah yang sangat besar pahalanya, adapun mengumandangkannya dengan suara keras yang dilakukan di atas menara atau speaker, tidak menjadikanร‚ shalawat dan salam tersebut keluar dari hukum keseunnahannyaรขโ‚ฌย. Dari beberapa penjelasan di atas, maka melantunkan pujian shalawat setelah adzan dan sebelum Iqomah, hukumnya tidak bidรขโ‚ฌโ„ขah, bahkan selaras dengan sunnah dan merupakan anjuran para ulama salafus shalih. Jadi sangat disayangkan sekali bilamana tradisi pujian tersebut kini mulai ditinggal oleh generasi millenial saat ini. Seharusnya sebagai generasi millenial, kita harus senantiasa melestarikan warisan para leluhur yang mengajarkan Islam melalui dakwah yang rahmah dan ramah, serta menghormati kearifan budaya masyarakat Nusantara. Penulis M. Asep Jamaludin Az-zahid,ร‚ Sekretaris LBM NU Jember. Mengumandangkan pujian atau sholawatan setelah adzan seolah menjadi sebuah tradisi di berbagai tersebut ada yang berbentuk Bahasa Arab, Bahasa Indonesia maupun Bahasa Jawa. Ketiganya berisi pengetahuan Islami maupun nasehat-nasehat berharga dalam kehidupan. Namun, sebenarnya bagaimanakah hukum membaca pujian setelah adzan? Simak ulasan selengkapnya berikut Abdullah bin Amr bin Al Ash, beliau mendengar Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,ุฅูุฐูŽุง ุณูŽู…ูุนู’ุชูู…ู ุงู„ู’ู…ูุคูŽุฐู‘ูู†ูŽ ููŽู‚ููˆู„ููˆุง ู…ูุซู’ู„ูŽ ู…ูŽุง ูŠูŽู‚ููˆู„ู ุซูู…ู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ููˆุง ุนูŽู„ูŽู‰ู‘ูŽ ููŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ู…ูŽู†ู’ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุนูŽู„ูŽู‰ู‘ูŽ ุตูŽู„ุงูŽุฉู‹ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุจูู‡ูŽุง ุนูŽุดู’ุฑู‹ุง ุซูู…ู‘ูŽ ุณูŽู„ููˆุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ู„ูู‰ูŽ ุงู„ู’ูˆูŽุณููŠู„ูŽุฉูŽ ููŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ูŽุง ู…ูŽู†ู’ุฒูู„ูŽุฉูŒ ููู‰ ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉู ู„ุงูŽ ุชูŽู†ู’ุจูŽุบูู‰ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ู„ูุนูŽุจู’ุฏู ู…ูู†ู’ ุนูุจูŽุงุฏู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุฃูŽุฑู’ุฌููˆ ุฃูŽู†ู’ ุฃูŽูƒููˆู†ูŽ ุฃูŽู†ูŽุง ู‡ููˆูŽ ููŽู…ูŽู†ู’ ุณูŽุฃูŽู„ูŽ ู„ูู‰ูŽ ุงู„ู’ูˆูŽุณููŠู„ูŽุฉูŽ ุญูŽู„ู‘ูŽุชู’ ู„ูŽู‡ู ุงู„ุดู‘ูŽููŽุงุนูŽุฉูโ€œApabila kalian mendengar muโ€™adzin, maka ucapkanlah sebagaimana yang diucapkan oleh muadzin, lalu bershalawatlah kepadaku, maka sungguh siapa saja yang bershalawat kepadaku sekali, Allah akan bershalawat kepadanya sebanyak 10x. Kemudian mintalah pada Allah wasilah bagiku karena wasilah adalah sebuah kedudukan di surga. Tidaklah layak mendapatkan kedudukan tersebut kecuali untuk satu orang di antara hamba Allah. Aku berharap aku adalah dia. Barangsiapa meminta wasilah untukku, dia berhak mendapatkan syafaโ€™atku.โ€ HR. Muslim no. 875Berdasarkan hadits tersebut jelas diterangkan bahwa bershalawat dan meminta wasilah bagi Rasulullah saw merupakan anjuran Rasulullah SAW berlimpahnya keutamaan membaca sholawat sehingga tidak mengherankan jika muadzin menggunakan pengeras suara saat menyuarakannya. Bahkan melestarikan sholawat ini diajarkan pula kepada anak-anak yang menimba ilmu di madrasah diniyah dan tempat pengajian qurโ€™ Amin al-Kurdi di dalam Tanwirul Qulub menegaskan,ูˆูŽุฃูŽู…ู‘ูŽุง ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉู ูˆูŽุงู„ุณู‘ูŽู„ุงูŽู…ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุนูŽู‚ูุจูŽ ุงู’ู„ุฃูŽุฐูŽุงู†ู ููŽู‚ูŽุฏู’ ุตูŽุฑู‘ูŽุญูŽ ุงู’ู„ุฃูŽุดู’ูŠูŽุงุฎู ุจูุณูู†ู‘ููŠู‘ูŽุชูู‡ูู…ูŽุง, ูˆูŽู„ุงูŽ ูŠูŽุดููƒู‘ู ู…ูุณู’ู„ูู…ูŒ ูููŠู’ ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ูู…ูŽุง ู…ูู†ู’ ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑู ุงู„ู’ุนูุจูŽุงุฏูŽุงุชู, ูˆูŽุงู„ู’ุฌูŽู‡ู’ุฑู ุจูู‡ูู…ูŽุง ูˆูŽูƒูŽูˆู’ู†ูู‡ูู…ูŽุง ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽู†ูŽุงุฑูŽุฉู ู„ุงูŽ ูŠูุฎู’ุฑูุฌูู‡ูู…ูŽุง ุนูŽู†ู ุงู„ุณู‘ูู†ู‘ููŠู‘ูŽุฉู.โ€œAdapun membaca shalawat dan salam atas Nabi SAW setelah adzan puji-pujian para masyayikh menjelaskan bahwa hal itu hukumnya sunat. Dan seorang muslim tidak ragu bahwa membaca shalawat dan salam itu termasuk salah satu cabang ibadah yang sangat besar. Adapun membacanya dengan suara keras dan di atas menara itu pun tidak menyebabkan keluar dari hukum sunat.โ€ Ustadz Muhammad Alhabsyi 110, [ 1113]Hendaknya saat membaca pujian atau shalawat sembari menunggu iqomah, selipkan dengan doโ€™a-doโ€™a yang bermanfaat karena waktu antara adzan dan iqomah merupakan waktu yang mustajab untuk berdoโ€™a. Seperti yang tertulis dalam dalil berikut Saw bersabdaุงู„ุฏู‘ูุนูŽุงุกู ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุงู’ู„ุฃูŽุฐูŽุงู†ู ูˆูŽุงู’ู„ุฅูู‚ูŽุงู…ูŽุฉู ู…ูุณู’ุชูŽุฌูŽุงุจูŒ, ููŽุงุฏู’ุนููˆู’ุง. ุฑูˆุงู‡ ุฃุจูˆ ูŠุนู„ู‰โ€œDoโ€™a yang dibaca antara adzan dan iqamat itu mustajab dikabulkan oleh Allah. Maka berdoโ€™alah kamu sekalian.โ€ HR. Abu Yaโ€™laAdapun doโ€™a setelah mengumandangkan adzan yang dianjurkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam yaitu yang terdapat dalam hadits berikut Jabir bin Abdillah, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,ู…ูŽู†ู’ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุญููŠู†ูŽ ูŠูŽุณู’ู…ูŽุนู ุงู„ู†ู‘ูุฏูŽุงุกูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุฑูŽุจู‘ูŽ ู‡ูŽุฐูู‡ู ุงู„ุฏู‘ูŽุนู’ูˆูŽุฉู ุงู„ุชู‘ูŽุงู…ู‘ูŽุฉู ูˆูŽุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉู ุงู„ู’ู‚ูŽุงุฆูู…ูŽุฉู ุขุชู ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู‹ุง ุงู„ู’ูˆูŽุณููŠู„ูŽุฉูŽ ูˆูŽุงู„ู’ููŽุถููŠู„ูŽุฉูŽ ูˆูŽุงุจู’ุนูŽุซู’ู‡ู ู…ูŽู‚ูŽุงู…ู‹ุง ู…ูŽุญู’ู…ููˆุฏู‹ุง ุงู„ู‘ูŽุฐูู‰ ูˆูŽุนูŽุฏู’ุชูŽู‡ู ุŒ ุญูŽู„ู‘ูŽุชู’ ู„ูŽู‡ู ุดูŽููŽุงุนูŽุชูู‰ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉูโ€œBarangsiapa mengucapkan setelah mendengar adzan Allahumma robba hadzihid daโ€™watit taammati wash sholatil qoo-imah, aati Muhammadanil wasilata wal fadhilah, wabโ€™atshu maqoomam mahmuuda alladzi wa adtahโ€™ [Ya Allah, Rabb pemilik dakwah yang sempurna ini dakwah tauhid, shalat yang ditegakkan, berikanlah kepada Muhammad wasilah kedudukan yang tinggi, dan fadilah kedudukan lain yang mulia. Dan bangkitkanlah beliau sehingga bisa menempati maqom kedudukan terpuji yang telah Engkau janjikan padanya], maka dia akan mendapatkan syafaโ€™atku kelak.โ€ no. 614 .Itulah ulasan mengenai hukum membaca pujian setelah adzan. Isilah pujian-pujian tersebut dengan kalimat atau syair yang baik, indah dan jangan terlampau keras agar tidak mengganggu jamaah lain yang sedang melaksanakan sholat sunah atau amalan lainnya di masjid terkait. Semoga apa yang telah kami ulas kali ini bisa menjadi manfaat bagi kita semua. Aamiin. - Puji pujian setelah adzan dalam bahasa jawa ahir-ahir ini jarang sekali dilantunkan di masjid-masjid atau mushola di desa, padalah kalau kita bisa mendalami dan mengamalkan isi dari puji pujian tersebut akan sangat berguna bagi kehidupan dan generasi penerus setelah kita. Saya juga tidak bisa memaksakan untuk sesekali melantukan syair atau puji pujian tersebut, karena memang lingkungan saya kurang mendukung untuk melakukan hal tersebut. Sebagai warga desa dan khususnya kita sebagai orang jawa yang beragama Islam, setidaknya kita mengerti atau tahu bahwa orang tua kita dahulu adalah orang orang yang sangat menjunjung tinggi moral dan nilai nilai keislaman yang sangat kental dengan kebudayaan. Sebagai obat kerinduan dengan berbagai lantunan syair yang sekarang sudah sangat jarang dilantunkan, saya akan menuliskan beberapa syair atau puji pujian setelah adzan dalam bahasa jawa yang sangat kaya akan makna tersebut di bawah. 1. Syair Jawa Kuno Iki Sasi Poso Elengo poro konco Kewajiban kito Anetepi dawuhing agomo Iki sasi poso Sasi kang utomo Kewajiban kito kudu poso Sak sasi lawase Ra mangan ra ngombe Esok tekan sore Sak rampunge Yen wes rampung poso Sembahyang riyoyo Podo suko suko Kito samio Lan halal bi halal Marang wong tuane Tumeko marang konco-koncone Terjemahan Indonesia Ingatlah wahai kawan Kewajiban kita Menjalankan kewajiban agama Ini bulan puasa Bulan yang utama Kewajiban kita harus berpuasa Satu bulan lamanya Tidak makan tidak minum Pagi hingga sore Sampai selesai Kalau sudah selesai puasa Sholat Idul Fitri Semuanya berbahagia Kita juga Halal bi halal Kepada orang tua kita Sampai kepada kawan kawan kita Pujian diatas sering terdengar pada malam-malam akhir bulan Ramadhan, pujian ini sering dilantunkan ketika menjelang sholat Isya' dan sholat Tarawih. Namun, saat ini sudah jarang terdengar puji pujian seperti diatas, banyak orang bilang bid'ah bahkan haram, padahal ketika kita bisa mengambil makna yang terkandung didalamnya akan sangat bermanfaat bagi kehidupan kita, maupun generasi kita selanjutnya. Maka, dengan media saat ini, saya ingin mengabadikan tulisan saya ini, semoga bisa menjadi kenangan yang bermanfaat untuk generasi selanjutnya. 2. Do'a Untuk Kedua Orang Tua dan Nasehat Supaya Hidup Berkah "Allahummaghfir lii dzunubi Wa li walidayya warhamhuma Kama robbayani soghiro" Sopo kang pengen uripe berkah Sopo kang pengen khusnul khatimah Ayoo, tumandang sholat berjama'ah Terjemahan Indonesia Do'a diatas adalah do'a untuk memohon ampunan bagi kedua orang tua kita atas segala dosa, dan memohon rahmat kasih sayang untuk kedua orang tua kita kepada Allah, seperti halnya kasih sayang orang tua kita yang di berikan kepada kita sewaktu masih kecil. Dibawah do'a tersebut memberikan nasehat kepada kita bahwa siapa yang ingin hidupnya berkah, siapa yang ingin mati khusnul khatimah, mari kita melaksanakan dan mengistiqomahkan sholat berjama'ah. 3. Sholawat Asyghil Merupakan sholawat yang dulu sering dibacakan setelah adzan sambil menunggu jama'ah sholat. Sholawat ini sangat populer pada tahun 80an. Sholawat ini juga dinamai Sholawat Betawi / Sholawat Sibuk, diambil dari kata asyghil yang berarti sibuk. Terjemahan Indonesia Ya Allah, limpahkanlah sholawat kepada junjungan kami Nabi Muhammad Dan sibukkanlah orang-orang dzalim agar mendapat kejahatan dari orang dzalim lainnya. Keluarkanlah kami dari kejahatan mereka dalam keselamatan. Dan berikanlah sholawat kepada seluruh keluarga Nabi serta para sahabat beliau. 4. Syair Mohon Khusnul Khatimah "Laa ilaaha illallah Al Malikul haqqul mubin Muhammadur Rosulullah Shodiqul Wa'dil amin" Ya Allah kulo nyuwun Ibadah kulo istiqomah Ya Allah kulo nyuwun Pejah kulo khusnul khotimah Terjemah Indonesia Tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah Raja yang Haq secara jelas dan terang Muhammad adalah Rosulullah Utusan Allah Jujur lagi dipercaya Ya Allah saya mohon Ibadah saya istiqomah Ya Allah saya mohon Mati saya khusnul khotimah Syair diatas tentu sangat dalam maknanya walaupun hanya dalam beberapa bait syair saja, bait pertama adalah syair Tauhid, kemudian diteruskan dengan do'a memohon agar ibadah kita istiqomah dan mati dalam keadaan khusnul khotimah. 5. Syair Do'a Nabi Adam "Robbana ya Robbana Dzolamna Anfusanaa Wa inlam taghfirlana Wa tarkhamna lana kunlana Minal khosirin" Terjemah Indonesia Robbana ya Robbana Ya Tuhan kami Kami telah mendzolimi diri kami sendiri Jika kami tidak mendapatkan ampunan-Mu Dan tidak juga mendapatkan Rahmat-Mu Sesungguhnya kami termasuk orang yang merugi Syair diatas merupakan syair pengakuan dosa dan kemaksiatan kepada Allah SWT. dan jika kita tidak mendapatkan ampunan dan rahmat-Nya maka sesungguhnya kita termasuk orang yang merugi 6. Sayyidul Istighfar ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุฃูŽู†ู’ุชูŽ ุฑูŽุจูู‘ูŠู’ ู„ุงูŽ ุฅูู„ูŽู€ู‡ูŽ ุฅูู„ุงูŽู‘ ุฃูŽู†ู’ุชูŽุŒ ุฎูŽู„ูŽู‚ู’ุชูŽู†ููŠู’ ูˆูŽุฃูŽู†ูŽุง ุนูŽุจู’ุฏููƒูŽุŒ ูˆูŽุฃูŽู†ูŽุง ุนูŽู„ูŽู‰ ุนูŽู‡ู’ุฏููƒูŽ ูˆูŽูˆูŽุนู’ุฏููƒูŽ ู…ูŽุง ุงุณู’ุชูŽุทูŽุนู’ุชูุŒ ุฃูŽุนููˆู’ุฐู ุจููƒูŽ ู…ูู†ู’ ุดูŽุฑูู‘ ู…ูŽุง .ุตูŽู†ูŽุนู’ุชูุŒ ุฃูŽุจููˆู’ุกู ู„ูŽูƒูŽ ุจูู†ูุนู’ู…ูŽุชููƒูŽ ุนูŽู„ูŽูŠูŽู‘ุŒ ูˆูŽุฃูŽุจููˆู’ุกู ุจูุฐูŽู†ู’ุจููŠู’ ููŽุงุบู’ููุฑู’ ู„ููŠู’ ููŽุฅูู†ูŽู‘ู‡ู ู„ุงูŽ ูŠูŽุบู’ููุฑู ุงู„ุฐูู‘ู†ููˆู’ุจูŽ ุฅูู„ุงูŽู‘ ุฃูŽู†ู’ุชูŽ Sayyidul Istighfar merupakan "Rajanya" istighfar, Nabi Muhammad SAW. bersabda ู…ูŽู†ู’ ู‚ูŽุงู„ูŽู‡ูŽุง ู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ู‡ูŽุงุฑู ู…ููˆู‚ูู†ู‹ุง ุจูู‡ูŽุง ุŒ ููŽู…ูŽุงุชูŽ ู…ูู†ู’ ูŠูŽูˆู’ู…ูู‡ู ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูู…ู’ุณูู‰ูŽ ุŒ ููŽู‡ููˆูŽ ู…ูู†ู’ ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ู’ุฌูŽู†ูŽู‘ุฉู ุŒ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ู‚ูŽุงู„ูŽู‡ูŽุง ู…ูู†ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ูŠู’ู„ู ูˆูŽู‡ู’ูˆูŽ ู…ููˆู‚ูู†ูŒ ุจูู‡ูŽุง ุŒ ููŽู…ูŽุงุชูŽ ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูุตู’ุจูุญูŽ ุŒ ููŽู‡ู’ูˆูŽ ู…ูู†ู’ ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ู’ุฌูŽู†ูŽู‘ุฉู Yang artinya "Barangsiapa yang mengucapkan sayyidul istigfar pada siang hari dan meyakininya ampunannya akan di terima oleh Allah, kemudian dia mati pada hari itu sebelum waktu sore maka dia termasuk golongan penghuni surga, dan barangsiapa mengucapkannya pada malam hari dalam keadaan meyakininya, kemudian dia mati sebelum waktu pagi tiba maka dia termasuk golongan penghuni surga". Hadist tersebut diriwayatkan oleh Al Bukhori dalam shohihnya No. 6303, 6323 dan Al Adabul Mufrod No. 617, 620 An Nasa'i, As Sunanul Kubro No 9763, 10225 Ath Tabrani dalam kitabnya Al Mu'jamul Kabir No 7172 dan Al Mu'jamul Ausath No. 1018 dan kitab Ad Du'aa No 312-313 Ibnu Hibban dalam kitab At Ta'liiqaatul Hisaan No 928-929 5. Syair Memohon Ampuan dan Bertaubat Seperti halnya sayyidul istighfar diatas, berikut puji pujian istighfar yang lainnya "Astaghfirullahal'adzim Alladzi laa ilaha illa huwalkhayyul qoyyumu Wa atubu ilaihi taubatan 'abdin dzolimi Laa yamliku linafsihi dhoro wa la naf'a wa la mauta wa la hayaata w la nushuro" ุฃูŽุณู’ุชูŽุบู’ููุฑู ุงู„ู„ู‡ูŽ ุงู„ู’ุนูŽุธููŠู’ู…ูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ู„ุงูŽ ุงูู„ู‡ูŽ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ู‡ููˆูŽ ุงู„ู’ุญูŽูŠู‘ู ุงู„ู’ู‚ูŽูŠู‘ููˆู…ู ูˆูŽ ุฃูŽุชููˆู’ุจู ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ุชูŽูˆู’ุจูŽุฉูŽ ุนูŽุจู’ุฏู ุธูŽุงู„ูู…ู ู„ุงูŽ ูŠูŽู…ู’ู„ููƒู ู„ูู†ูŽูู’ุณูู‡ู ุถูŽุฑู‘ู‹ุง ูˆูŽ ู„ุงูŽ ู†ูŽูู’ุนู‹ุง ูˆูŽ ู„ุงูŽ ู…ูŽูˆู’ุชู‹ุง ูˆูŽ ู„ุงูŽ ุญูŽูŠูŽุงุฉู‹ ูˆูŽ ู„ุงูŽ ู†ูุดููˆู’ุฑุงู‹ Terjemah Indonesia " Ya Allah ... Sungguh tidak ada tuhan selain engaku, saya bertaubat dengan sungguh-sungguh kepada-Mu dengan sebenar-benar taubat, taubat seorang hamba yang penuh dengan kedzaliman, hamba yang bahkan tidak memiliki dirinya sendiri, yang tidak mampu membuat mudhorot atau menfaat untuk hidup, mati bahkan hingga bangkit kembali". Demikianlah artikel tentang Kumpulan Lirik Puji-pujian Setelah Adzan Bahasa Jawa Kuno yang Kaya Akan Makna. Jangan lupa untuk membaca artikel menarik lainnya DI SINI. Ilustrasi melantunkan pujian setelah adzan. Foto UnsplashPujian setelah adzan adalah salah satu kegiatan yang kerap kali dilakukan oleh masyarakat Indonesia di masjid atau musala. Pujian ini berupa kalimat thayyibah, ayat-ayat istighfar, sholawat, atau bacaan lainnya untuk meningkatkan keimanan dan yang berisikan doa sekaligus harapan itu dibaca secara berulang-ulang setiap tiba waktu shalat. Pujian ini bertujuan mengajak umat Muslim untuk segera berangkat ke masjid guna melaksanakan ibadah shalat secara buku Memahami Ahlus Sunnah Wal Jamaโ€™ah karangan Zaenudin Naโ€™im, dkk, hukum memuji diperbolehkan karena tidak ada dalil yang melarangnya, bahkan memuji adalah istihsan perbuatan baik. Seorang sahabat Hassan bin Tsabit juga telah melantunkan syair-syair pujian kenabian di masjid Madinah di hadapan Rasulullah SAW dan para Saโ€™id bin Musayyab ia berkata, โ€œSuatu ketika Umar berjalan bertemu dengan Hassan bin Tsabit yang sedang melantunkan syaโ€™ir di masjid. Umat menegur Hassan, namun Hassan menjawab, Aku melantunkan syaโ€™ir di masjid yang di dalamnya ada seorang yang lebih mulia daripada andaโ€™.Kemudian Umar menoleh ke Abu Hurairah, lalu bertanya, Saya bersumpah untukmu demi Allah, apakah kamu mendengar Rasulullah bersabda Kabulkan saya, Ya Allah, kokohkan Hassan dengan malaikat Jibril? Abu Huaraurah menjawab, Ya, saya mendengarnyaโ€™.โ€HR, Al-Bukhari dan MuslimIlustrasi amalan setelah adzan. Foto UnsplashAmalan-Amalan yang Disyariatkan antara Adzan dan IqamahSelain melantunkan syair-syair pujian, terdapat beberapa amalan yang sangat dianjurkan dilakukan di antara adzan dan iqamah dirangkum melalui buku Fiqih Kontroversi jilid 1 karya H. M. Anshary1. BerdoaDalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda, โ€œDoa yang dibaca antara adzan dan iqamah itu mustajab dikabulkan oleh Allah SWT. maka berdoalah kamu sekalian.โ€ HR. Abu Yaโ€™laSelain itu dalam hadits lain juga disebutkan, dari Anas bin Malik ra, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, โ€œSesungguhnya doa yang tidak tertolak adalah doa antara adzan dan iqamah, maka berdoalah.โ€ HR. AhmadAdapun doa sesudah adzan yang diajarkan oleh Rasulullah SAW sebagaimana disebutkan dalam hadist, dari Jabir bin Abdillah, Rasulullah SAW bersabdaโ€œBarangsiapa setelah mendengar adzan mengucapkan 'Allahumma rabba hadzihid daโ€™watit taamati wash shalatil qaa-imah, aati Muhammadanil wasilata wal fadhila, wabโ€™atshu maqaamam mahmuudanil lladzi wa adtahโ€™, maka dia akan mendapatkan syafaatku kelak.โ€ HR. Abu DawudIlustrasi amalan setelah adzan. Foto Pixabay2. Shalat Sunnah RawatibDisyariatkan juga di sela antara adzan dan iqamah untuk melaksanakan shalat sunnah rawatib. Shalat ini dilakukan untuk shalat-shalat fardhu yang memiliki sunnah qalbiyah rawatib, yaitu shalat Subuh dan bin Umar ra berkata, โ€œAku menghafal sesuatu dari Nabi SAW berupa shalat sunnah sepuluh rakaat yaitu, dua rakaat sebelum shalat Dzuhur, dua rakaat sesudahnya, dua rakaat sesudah shalat Maghrib di rumah beliau, dua rakaat sesudah shalat Isya di rumah beliau, dan dua rakaat sebelum shalat Shubuh.โ€ HR. Al-Bukhari dan Muslim3. BerdzikirDzikir adalah amalan yang ringan di lisan, namun sangat berat dalam timbangannya. Banyak sekali ayat Alquran atau hadits Nabi yang menunjukkan keutamaan berdzikir, bahkan Rasulullah SAW senantiasa menggunakan waktunya untuk radhiyaallah huโ€™anha berkata, โ€œNabi SAW senantiasa berdzikir dalam setiap waktu dan keadaannya.โ€ HR. Bukhari MuslimDengan demikian waktu antara adzan dan iqamah juga dapat digunakan untuk berdzikir. Hanya saja berdzikir itu dilakukan dalam hati masing-masing, tidak boleh dilantunkan dengan suara ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam Alquran surat Al-Araf ayat 205 yang berbunyiูˆูŽุงุฐู’ูƒูุฑู’ ุฑู‘ูŽุจู‘ูŽูƒูŽ ูููŠู’ ู†ูŽูู’ุณููƒูŽ ุชูŽุถูŽุฑู‘ูุนู‹ุง ูˆู‘ูŽุฎููŠู’ููŽุฉู‹ ูˆู‘ูŽุฏููˆู’ู†ูŽ ุงู„ู’ุฌูŽู‡ู’ุฑู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ู‚ูŽูˆู’ู„ู ุจูุงู„ู’ุบูุฏููˆู‘ู ูˆูŽุงู„ู’ุงูฐุตูŽุงู„ู ูˆูŽู„ูŽุง ุชูŽูƒูู†ู’ ู…ู‘ูู†ูŽ ุงู„ู’ุบูฐููู„ููŠู’ู†ูŽArtinya "Dan ingatlah Tuhanmu dalam hatimu dengan rendah hati dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, pada waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lengah." QS. Al-Araf 205

larangan puji pujian setelah adzan