LBbukanlah orang yang berpengalaman dalam jual beli online, namun untungnya ia tidak sepercaya itu. Ia hanya mengirim setengah uangnya baru kemudian melanjutkan sms. Setelah mentrasfer sebanyak Rp 800.000,-, LB mengirim sms lagi ke penjual mengatakan bahwa sesuai perjanjian, penjual harus mengkirim barangnya sekarang. EditorBagus Santosa. JAKARTA, Sebanyak 129 orang warga negara Indonesia (WNI) korban penipuan dan perdagangan orang oleh perusahaan online scam di Kamboja telah diselamatkan hingga Jumat (5/8/2022) hari ini. "Ada 129 WNI yang telah dapat kami selamatkan dan saat ini dalam penjagaan dari KBRI, kami telah siapkan akomodasi untuk 129 CallCenter JNE: (021) 2927 8888. Email: customercare@jne.co.id. Anda bebas mau telepon dulu, atau langsung kirim email ke csnya. Tapi dari pengalaman walaupun sudah menghubungi nanti ujung-ujungnya ya disuruh kirim email. Judul email formatnya "Pembatalan dan Retur untuk pengiriman paket (Nomor_Resi)". Dimana (Nomor_Resi) gantikan dengan Disinilahinti modus penipuan pengiriman paket sesungguhnya dimulai. Biasanya dia akan mengaku sebagai petugas pabean, petugas cargo bandara, atau dari jasa pengiriman paket. Dia memberitahu kepada korban, bahwa paket dari Mr. X sudah sampai Indonesia. Dia sampaikan juga bahwa isinya adalah perhiasan, gadget dan uang. Seorang polisi gadungan berinisial FLW alias A meresahkan warga Kota Ambon karena sering melakukan aksi penipuan dengan modus sweeping pengendara motor yang melintas di jalan.. Pelaku berhasil ditangkap Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease karena meresahkan pengendara motor di Kota Ambon.. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, AKP Mido ModusPenipuan Oknum JNE Dengan Meminta Biaya Tambahan Untuk Bea Cukai dan Pajak Barang Untuk pengiriman dalam negeri tidak akan ada biaya pelengkap untuk bea cukai atau pajak apapun. Harga yang harus dibayarkan oleh pengiriman yakni hanya ongkos kirim (ongkir) dan asuransi (kalau diminta). . Baru-baru ini jagad dunia maya dihebohkan dengan modus penipuan pengiriman paket. Di metode penipuan ini, pelaku berpura-pura sebagai kurir dari sebuah ekspedisi. Dari tangkapan layar yang beredar di media sosial tersebut, terungkap terdapat cara penipuan baru yang berpura-pura mengirimkan resi pengiriman dengan format APK. Untuk lebih lengkapnya, simak penjelasan di bawah ini!Modus penipuan pengiriman paketIlustrasi modus penipuan pengiriman paket penipuan pengiriman paket saat ini sedang ramai dibicarakan. Dalam pesan tersebut, pelaku berpura-pura sebagai kurir dari J&T Express yang hendak mengantarkan barang. Pelaku mengirimkan sebuah aplikasi APK dan meminta para korbannya untuk membuka yang telah dikirimkan, dengan dalih mengirimkan resi pengiriman. Dalam postingan tersebut, ia menjelaskan bahwa korban yang terlanjur mengklik serta mengunduh software tersebut akan membuat tabungan di mobile bankingnya menjadi terkuras. Ternyata, file yang dikirim oleh pelaku bukanlah resi sungguhan, melainkan aplikasi yang bisa menyadap hp korban. Padahal, korban tidak pernah mengisi user ID atau password pada situs lainnya. Diduga aplikasi tersebut bisa mengambil data korban, termasuk mengintip user ID serta password di aplikasi perbankan. Adapun penipuan ini disebut dengan sniffing, yakni modus penipuan online yang meretas jaringan perangkat korbannya. Setelahnya, pelaku bisa mengakses aplikasi yang memiliki sejumlah data penting pihak J&T Expressilustrasi J&T Express menghindari penipuan online - Beredar penipuan mengatasnamakan perusahaan bidang pengiriman dan logistik, JNE, melalui WhatsApp. Muncul beberapa akun WhatsApp menawarkan jasa pengiriman melalui rekening satunya seperti yang dilaporkan oleh akun Twitter ini pada Minggu 8/5/2022. Terdapat nomor-nomor WhatsApp mengatasnamakan kantor JNE pusat dan kantor JNE di beberapa daerah, seperti Lamongan dan Mamuju. Berikut keterangan pada akun WhatsApp bisnis mengatasnamakan Kantor JNE PusatCARA DAN PROSEDUR PENGGUNAAN REKBER JNE-YES1. Penjual & pembeli sepakat menggunakan jasa Rekber JNE-YES2. Pembeli men-transfer ke rekenging Rekber JNE-YES berupa harga barang yg telah disepakati antara penjual & pembeli ditambah biaya Pembeli melakukan konfirmasi kepada penjual untuk mengirimkan barang ke pembeli dan kami akan mengirimkan sms ke pembeli berisi "Nomor resmi pengiriman"5. Penjual mengirimkan barang ke pembeli. WhatsApp Tangkapan layar modus penipuan melalui akun-akun WhatsApp mengatasnamakan JNE, menawarkan jasa pengiriman melalui rekening bersama. Tanggapan JNE Vice President Marketing JNE, Eri Palgunadi mengatakan, akun-akun WhatsApp tersebut bukan berasal dari pihak JNE. "Terkait adanya akun WhatsApp terindikasi penipuan yang mengatasnamakan JNE, kami informasikan bahwa akun tersebut tidak benar dari pihak JNE," kata Eri kepada Kamis 12/5/2022. Selama ini JNE tidak pernah menawarkan jasa rekening bersama kepada pelanggan. "Untuk pengiriman melalui JNE tidak ada rekening bersama seperti yang tertera dan beredar di akun WhatsApp tersebut," ucap Eri. - Ramai soal modus penipuan baru via WhatsApp yang mengatasnamakan kurir paket. Pengirim berpura-pura menanyakan data penerima paket disertai dengan file format APK yang diminta untuk diklik. Penipuan jenis ini disebutkan bisa membobol isi rekening korban pengguna mobile banking atau m-Banking sehingga saldo korbannya bisa langsung ludes. Unggahan soal penipuan modus kurir paket ini pertama kali dibuat oleh akun Instagram pada Rabu 30/11/2022. Baca juga Viral, Unggahan Penipuan Modus Kurir Paket, Saldo Rekening Bisa Ludes Berpura-pura sebagai kurir paket Pada modus ini, pelaku berpura-pura sebagai kurir dan mengirimkan file dengan ekstensi APK bertuliskan foto paket kepada korban. Pengunggah menuliskan, korban terlanjur mengunduh file tersebut. Akibatnya, tanpa sepengetahuan korban, saldo m-Banking pun ludes. Korban mengaku tidak pernah menjalankan atau membuka aplikasi apa pun. Korban juga mengatakan bahwa tidak ada perintah untuk mengisi user ID atau kata sandi pada situs lain. "Dari 6 korban yang DM saya, semua menyatakan setelah APK tersebut terinstal, tidak ada perintah dari pelaku untuk mengisi apa pun. Tiba-tiba nerima notif SMS saldo keluar," ujar pengunggah bernama Evan, saat dikonfirmasi Senin 5/12/2022. Dia menduga, kemungkinan besar file ekstensi APK tersebut adalah jenis malware Remote Administrator Tool RAT. Malware RAT bekerja mengendalikan ponsel korban dari jarak jauh dan beroperasi dari balik begitu, pelaku berhasil menguasai ponsel korban dan dengan mudah dapat mengakses aplikasi keuangan seperti m-Banking maupun internet banking tanpa diketahui. "Hingga akhirnya menguras saldo korban," tambah Evan dalam unggahannya. Baca juga Viral, Unggahan soal Dugaan Modus Penipuan via Pengecekan Resi Format APK, Ini Kata J&T Penjelasan ahli keamanan siber Konsultan Keamanan Siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya menjelaskan, modus serupa pernah terjadi beberapa waktu lalu. Perbedaan hanya terletak pada penipu yang mengirimkan file dengan nama aplikasi salah satu jasa ekspedisi. "Itu penipunya hanya mengubah tema socengnya rekayasa sosial, kalau kemarin apps-nya untuk lacak paket, kalau yang sekarang apps-nya untuk melihat gambar paket," ujar Alfons kepada Senin 5/12/2022. Alfons menuturkan, modus penipuan ini bertujuan mencuri One-Time Password atau OTP yang biasa dikirim melalui SMS. Saat korban mengklik file dari pelaku, file tersebut akan terinstal dan memiliki tampilan meyakinkan seperti salah satu jasa ekspedisi. Padahal aplikasi tersebut merupakan program SMS forwarder atau SMS to Telegram. Aplikasi SMS to Telegram sendiri bukanlah aplikasi jahat dan banyak tersedia di Play Store. "Aplikasi ini berguna untuk membantu pengguna ponsel membaca SMS-nya di aplikasi Telegram dan bisa digunakan untuk otomasi pendukung aplikasi lain," jelas Alfons. Baca juga Viral Akun WhatsApp Dibajak Bermodus Kode OTP, Ini Cara Menghindarinya - Baru-baru ini tersebar di dunia maya mengenai modus penipuan kurir paket yang mengirimkan pesan dengan file APK. Dalam tangkapan layar di aplikasi WhatsApp, pelaku penipuan berpura-pura menjadi kurir dan mengirimkan file dengan ekstensi APK yang sebenarnya berbahaya dan mengandung apa bahayanya file APK tersebut jika diunduh oleh penerimanya? Ahli IT dari Universitas Muhammadiyah Surabaya UM Surabaya Taufiqur Rohman memberikan penjelasan mengenai bahaya file APK ini dan cara mencegah agar tak menjadi korban penipuan dengan modus baru ini. Taufiq mengatakan, spyware merupakan perangkat lunak berbahaya yang dirancang untuk memasuki perangkat computer smartphone yang punya tujuan mengumpulkan data informasi penting tentang seseorang. Baca juga Ingin Kuliah Sambil Kerja? 4 Profesi Ini Bisa Kamu Pilih Bahaya spyware dalam file APK Kemudian meneruskan data informasi tersebut ke pihak ketiga tanpa persetujuan. "Spyware juga dapat merujuk ke perangkat lunak sah yang memantau data seseorang untuk tujuan komersial seperti iklan," terang Taufiq seperti dikutip dari laman UM Surabaya, Rabu 7/12/2022. Taufiqur menerangkan, spyware berbahaya secara eksplisit yang digunakan untuk mendapatkan keuntungan dari data yang dicuri. Salah satu yang bisa saja diderita korban adalah saldo di rekening yang tiba-tiba raib. Adanya modus penipuan kurir paket ini membuat masyarakat perlu lebih berhati-hati. Baca juga 10 Universitas Tertua di Dunia, Mayoritas Ada di Eropa Cara mencegah modus penipuan kurir paket Oleh karena itu, Taufiq membagikan sejumlah tips yang bisa dilakukan masyarakat untuk menghindari penipuan kurir paket ini. Berikut tips mencegah modus penipuan kurir paket yang bisa diterapkan masyarakat 1. Jangan klik tautan Dia mengungkapkan, langkah pertama yang bisa dilakukan masyarakat adalah jangan klik tautan dalam pesan teks. Gunakan aplikasi resmi kurir atau langsung ke situs web resmi pengiriman. Menurutnya, penipu semakin mahir dalam menyalin situs web organisasi tepercaya. Sehingga sangat perlu kehati-hatian saat mengklik tautan dalam teks yang Periksa nomor pelacakan Taufiq menambahkan, langkah kedua untuk menghindari modus penipuan kurir paket ini adalah dengan memeriksa nomor pelacakan di aplikasi atau situs web resmi. Jika seseorang tidak yakin apakah teks itu asli, periksa nomor pelacakan di aplikasi atau situs web resmi kurir, bukan tautan dari pesan teks. "Jika pesannya asli maka diaplikasi atau situs web resmi, nomor pelacakan akan menampilkan informasi pengiriman paket kita. Jika itu scam, nomor pelacakan tidak akan berfungsi," tutur Taufiq. Baca juga Ketahui 5 Perbedaan Psikolog dan Psikiater 3. Periksa URL Langkah selanjutnya untuk mencegah jadi korban penipuan modus kurir paket adalah dengan memeriksa URL dan sertifikat SSL. Taufiq menambahkan, sebuah situs yang memiliki sertifikat SSL tidak secara otomatis itu adalah situs asli. Karena ini dapat diperoleh secara gratis dengan sedikit verifikasi. Masyarakat diimbau agar selalu periksa URL situs. Apabila tidak yakin, gunakan mesin pencari untuk menemukan versi situs yang sah. 4. Instal aplikasi hanya dari official App Cara keempat untuk mencegah modus penipuan kurir paket yakni dengan menginstal hanya dari official App. Sebagian besar perangkat Android menggunakan sumber aplikasi dari Google Play Store. "Pastikan layanan Google Play Protect diaktifkan, jika perangkat kita mendukungnya. Ini akan memastikan bahwa spyware apapun di perangkat kita dapat dideteksi dan dihapus. Sehingga smartphone kita aman dari spyware," imbuhnya. Dosen UM Surabaya ini berpesan, jika seseorang tidak sengaja mendownload file APK tersebut, ada cara cepat untuk mencegah kerugian yang terlalu banyak. Baca juga Ketahui 10 Portofolio yang Disiapkan untuk Daftar SNBP 2023 Taufiq menekankan, langkah lain yang bisa diterapkan untuk mencegah modus penipuan kurir paket ini yakni dengan segera matikan jaringan internet. Kemudian cari file APK yang sudah terinstal dan segera hapus file yang berasal dari sumber file APK . "Dengan melihat detail informasi waktu yang terbaru lanjutkan dengan merestart smartpohe kita, agar performa kinerja smarphone bisa kembali stabil," tutup Taufiq. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Foto Logo Whatsapp REUTERS/Thomas White ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Hati-hati bagi siapa saja yang menerima pesan melalui WhatsApp WA yang mengatas namakan JNE untuk melakukan konfirmasi pengiriman paket. Hal tersebut merupakan modus baru oleh orang yang tak bertanggung jawab untuk membobol data pribadi anda di Handphone hingga menguras isi rekening tabungan anda. Modus ini sangat persis dengan penipuan bermodus pengiriman undangan pernikahan berbentuk aplikasi APK melalui pesan WhatsApp yang heboh beberapa waktu belakangan. Hal yang sama juga dilakukan dengan modus yang baru melalui pengiriman paket yang mengaatas namakan JNE. Screenshot modus penipuan pengiriman paket melalui pesan WhatsApp, foto “Ini ada paket di kantor JNE kami. Untuk atas nama ARBAIN, besok pagi paket akan di kirimkan ke alamat kk, mohon untuk melampirkan alamat nya melalui aplikasi yang kami kirimkan di bawah ini,” pesan yang di sampaikan oleh pelaku yang mengaku sebagai Kurir, Senin 20/2/2023. Setelah mengirim pesan WhatsApp tersebut melalui nomor 081278919572, pelaku juga mengirimkan sebuah aplikasi yang bertuliskan “LIHAT PESANAN” seraya menganjurkan penerima pesan untuk menginstal aplikasi tersebut. “Silahkan di cek terlebih dahulu untuk keterangan paket nya kk, di install terlebih dahulu untuk aplikasi yang kami kirimkan agar lebih jelas ,” lanjut pesan yang dikirim oleh pelaku kepada target. “Di pastikan kk klik Izinkan SMS agar kk bisa menerima info-info paket nya,” tulisnya lagi saat penerima pesan bertanya langkah selanjutnya setelah menginstal aplikasi. Hal tersebut merupakan kejadian yang dialami langsung oleh penulis pada Senin 20/2/2023 pukul dini hari. Beruntung pada saat menerima pesan penulis’ sadar bahwa hal tersebut merupakan suatu modus penipuan berbasis android. Untuk diketahui, modus pengiriman paket ini merupakan cara lain setelah viralnya modus penipuan pengiriman pesan undangan pernikahan melalui WhatsApp. Diketahui saat file tersebut dibuka oleh anda, maka akan memberikan informasi data pribadi anda seperti aplikasi banking mobile yang dimiliki korban. Setelah segala data di tangan pelaku, maka mereka bisa leluasa memegang akun bank korban. Setelah itu rekening mereka akan habis disikat oleh para pelaku penipu. Seperti dalam pemberitaan yang telah ramai sebelumnya, seorang pria yang bernama Derasmus Kenlopo harus kehilangan tabungannya sebesar Rp14 juta usai membuka link undangan nikah yang diterimanya lewat WhatsApp WA. Link undangan tersebut dikirim dari nomor tak dikenal. Uang yang raib dari rekeningnya sebanyak Rp14 juta baru saja dipinjam Derasmus dari Bank BRI di Kupang. Derasmus mengajukan kredit untuk mengembangkan usaha bengkel las yang ia rintis. Uangnya lenyap dari rekening seketika seusai sang istri membuka sebuah link undangan digital pernikahan yang dikirim melalui pesan di WA oleh nomor tidak dikenal. “Ada nomor baru masuk di handphone yang sementara istri pegang, setelah buka ada pesan dengan link berisi undangan pernikahan. Istri klik link itu untuk lihat foto prawedding, untuk memastikan siapa yang menikah,” jelas Derasmus, Rabu 18/1/2023. Tak lama setelah mengklik tautan pada undangan digital, mereka mendapatkan pesan dari aplikasi Brimo mengenai aktivitas transfer dari rekening mereka ke sejumlah nomor rekening. Mendapat pesan tersebut, Derasmus dan istrinya pun panik. Apalagi sandi mereka telah diubah. Setelah dicek ke ATM, uang dalam rekening mereka hanya tersisa “Setelah buka link undangan pernikahan, uang semua ditarik dengan munculnya pesan singkat dari aplikasi Brimo. Saya coba Buka brimo tapi kata sandinya sudah langsung diganti saat itu,” ujarnya. Derasmus kemudian mendatangi kantor BRI untuk berkonsultasi mengenai persoalan yang dia hadapi. BRI memberikan jawaban bahwa rekening mereka telah dibobol karena telah memberikan nomor OTP, sehingga transaksi itu dinyatakan sah. “Kata BRI, rekening kami orang sudah bobol karena kami kasi nomor OTP. Saya jelaskan bahwa kami hanya buka undangan nikah, sehingga klik link untuk mencari tau siapa yang menikah,” jelasnya. Derasmus kemudian melaporkan kejadian yang dia alami ke Polresta Kupang Kota. Dia berharap polisi mampu mengungkap para pelaku penipuan ini sehingga tidak ada lagi orang lain yang menjadi korban. Jadi ingat hati-hati saat menerima jenis file dan apapun yang dikirimkan oleh orang tidak dikenal melalui WhatsApp. Jangan membuka sembarangan file ttersebut. Arbain Continue Reading

modus penipuan pengiriman paket jne